Didukung bisnis baru, outstanding industri penjaminan tumbuh 46%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi pasar yang positif di awal tahun turut mendukung pertumbuhan industri penjaminan. Didukung oleh bisnis baru, outstanding penjaminan berhasil tumbuh 46,19% sampai semester I 2018.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, sampai setengah tahun ini outstanding penjaminan menyentuh angka Rp 220,73 triliun.

Sementara, nilai penjaminan di Juni 2017 lalu baru mencapai Rp 150,98 triliun. Penjaminan dari sektor usaha produktif masih menjadi kontribusi dominan sebesar 59% sedangkan usaha non produktif sebesar 41%.


Sedangkan di periode ini, jumlah terjamin mencapai 10.845 orang. Nominal ini naik 54,57% dibandingkan semester pertama tahun lalu yang tercatat 7.016 orang.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Dian Askin Hatta menjelaskan, pertumbuhan outstanding penjaminan didukung oleh peningkatan penjaminan baru oleh industri penjaminan baik penjaminan kredit program pemerintah yaitu kredit usaha rakyat (KUR) maupun penjaminan di luar KUR.

"Selain itu ekspansi industri penjaminan ke berbagai produk penjaminan baru juga turut menunjang pertumbuhan penjaminan hingga pertengahan tahun ini," kata Dian kepada Kontan.co.id, Jumat (14/9).

Di sisi lain, nilai klaim industri penjaminan juga turut melonjak. Sampai Juni 2018, total klaim dibayar mencapai Rp 675 miliar, naik 95,65% dibandingkan dengan periode sama tahun kemarin Rp 345 miliar.

Menurut Dian, klaim yang tinggi menunjukkan tingkat non performance guarantee (NPG) yang saat ini sedang tinggi dan menandakan tingkat non performing loan (NPL) perbankan juga meningkat. Namun, kondisi ini masih diimbangi dengan pertumbuhan outstanding penjaminan guna menjaga rasio NPG tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Narita Indrastiti