KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (
MTLA) memandang prospek pasar properti pada 2026 tetap positif, seiring dukungan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% untuk pembelian rumah. Manajemen MTLA meyakini stimulus tersebut berpotensi mendorong penjualan karena menurunkan beban biaya pembelian sekaligus mempercepat keputusan beli, terutama dari segmen
end-user. Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan, MTLA optimistis kebijakan PPN DTP 100% dapat memberikan dampak positif terhadap penjualan sepanjang 2026.
Baca Juga: Insentif PPN DTP 100% Rumah Tapak Bisa Berdampak Positif bagi Asuransi Properti Keyakinan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa kebutuhan hunian masih terjaga dan kondisi suku bunga relatif kondusif. “Stimulus ini diyakini dapat mendorong penjualan karena menurunkan beban biaya pembelian dan mempercepat keputusan beli, khususnya dari segmen
end-user, dengan asumsi kebutuhan hunian masih terjaga dan kondisi suku bunga relatif kondusif,” ujar Olivia, kepada Kontan.co.id, pekan ini.
Sejalan dengan itu, MTLA menargetkan
marketing sales 2026 meningkat dibandingkan tahun 2025, meskipun hingga saat ini target tersebut masih dalam tahap finalisasi dan pembahasan internal. Pencapaian
marketing sales tahun ini akan ditopang oleh optimalisasi kinerja proyek residensial berjalan untuk mendorong
pre-sales, serta proyek komersial sebagai sumber
recurring income. Baca Juga: Kebijakan PPN DTP 100% untuk Rumah Tapak Berdampak Positif bagi Asuransi Properti Untuk mendukung pencapaian target tersebut, MTLA menyiapkan sejumlah strategi pemasaran dan penjualan. Strategi tersebut antara lain menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, khususnya
end-user, mengoptimalkan momentum kebijakan PPN DTP, memperkuat kanal pemasaran digital, hingga menjalin kerja sama dengan mitra perbankan guna memberikan kemudahan pembiayaan bagi konsumen. Dari sisi pengembangan, MTLA akan melanjutkan fokus pada proyek-proyek eksisting yang masih relatif baru dan berskala besar, seperti Metland Cikarang dan Metland Kertajati. Kendati demikian, perseroan juga tetap merencanakan pengembangan proyek baru, termasuk penambahan proyek hotel dan residensial. Adapun, tantangan pasar properti pada 2026 diperkirakan masih berasal dari ketidakpastian ekonomi global, daya beli masyarakat, serta tingkat persaingan yang semakin ketat.
Baca Juga: REI Usul PPN DTP 100% juga berlaku untuk Pembelian Rumah Indent Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, MTLA menerapkan pengembangan proyek secara selektif, menjaga struktur keuangan yang sehat, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. “Perseroan juga akan mengoptimalkan momentum kebijakan PPN DTP melalui berbagai program pemasaran guna mendorong penjualan,” katanya.
Menilik kinerja 2025, MTLA membukulam realisasi
marketing sales hingga November 2025 sebesar Rp 1,6 triliun, dari target Rp 2 triliun. Sementara untuk capaian
marketing sales sepanjang 2025 masih dalam tahap perhitungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News