KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan uji coba digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) telah menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Anggota DEN Firman Hidayat menyebut hingga Selasa (20/10/2026), digitalisasi bansos telah menjangkau 514 kabupaten/kota dan sebanyak 11,5 juta keluarga telah terdaftar dalam program tersebut. "Iya, 514 Kabupaten/Kota dan per hari ini suadh ada 11,5 juta KK yang terdaftar dalam program digitaliasi perlinsos ini," kata Firman di Istana Merdeka, Selasa (20/10/2026).
Digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki penyaluran bantuan sosial agar lebih transparan dan tepat sasaran. Pemerintah juga tengah menyiapkan peluncuran program perlinsos yang dijadwalkan pada 10 November 2026.
Baca Juga: Pemerintah Akan Bagi Ponsel Gratis untuk Digitalisasi Bansos, FITRA: Harus Dikaji “Uji coba perlinsos digital saat ini sudah mencapai seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dan ” ujar Anggota DEN Firman Hidayat dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Selasa (20/10/2026). Dalam pelaksanaannya program, pemerintah turut melibatkan sekitar 775.000 agen perlinsos untuk membantu masyarakat yang membutuhkan mendaftarkan diri. Sementara itu, jumlah pendaftar melalui portal perlinsos telah melampaui 600.000 pendaftar per hari berdasarkan data harian yang disampaikan DEN. Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas pendaftaran dalam sistem digitalisasi bantuan sosial. DEN juga memaparkan hasil studi percontohan atau piloting digitalisasi perlinsos di Provinsi Bali. Hasil studi tersebut menunjukkan, penggunaan sistem digital mampu menekan bansos tidak tepat sasaran hingga 24,1%. "Selain itu inclusion error juga turun 4,1 %. Jadi artinya digitaliasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih tepat sasaran dan transparan," tegas Firman.
Baca Juga: Kemensos Targetkan Digitalisasi Bansos Bisa Jangkau 50 Juta KK hingga Akhir 2026 Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan skema perlinsos yang akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang berhak dalam bentuk transfer tunai. Skema ini diarahkan untuk mengubah pola pemberian subsidi yang selama ini juga disalurkan melalui produk tertentu. “Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak mendapat bantuan sosial dari pemerintah, yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer,” ujar Luhut.
DEN menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan mengenai perkembangan digitalisasi perlinsos. Program tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 10 November mendatang, meski rincian pelaksanaan dan mekanisme penyalurannya masih perlu diperhatikan lebih lanjut.
Baca Juga: Digitalisasi Bansos, Pemerintah Libatkan TNI/Polri Jadi Agen Perlindungan Sosial Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News