Digitalisasi Distribusi Bantu UMKM Tingkatkan Efisiensi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Efisiensi distribusi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Keterbatasan akses teknologi, sistem transaksi manual, serta proses distribusi yang panjang sering memperlambat operasional dan menambah biaya usaha.

Seiring perkembangan platform digital lokal, UMKM kini memiliki alternatif untuk mempercepat proses distribusi. Sistem transaksi terintegrasi memungkinkan pelaku usaha melakukan berbagai aktivitas secara lebih ringkas, terdokumentasi, dan tidak bergantung pada cara konvensional yang memakan waktu.

Salah satu platform lokal yang hadir untuk menjawab kebutuhan ini adalah OKE KIOS. Di bawah PT Oke Kios Digital Nusantara, OKE KIOS menyediakan layanan transaksi digital yang mudah diakses pelaku usaha dari berbagai latar belakang. “Kami ingin memastikan agen dapat bertransaksi dengan cepat dan stabil tanpa khawatir gangguan sistem,” ujar Najib Shofyan Bahri, Direktur OKE KIOS, dalam keterangan pers, Jumat (23/1/2026).


Baca Juga: Dorong Ekspansi, Alfamidi Gandeng 4.724 UMKM

Digitalisasi distribusi juga meningkatkan efisiensi kerja. Transaksi dapat dilakukan secara real-time, sehingga UMKM bisa memantau aktivitas distribusi dan arus kas secara langsung. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Stabilitas sistem menjadi faktor penting agar distribusi berjalan lancar. Gangguan transaksi dapat berdampak langsung pada operasional, terutama bagi UMKM yang mengandalkan transaksi harian. Oleh karena itu, infrastruktur teknologi yang andal menjadi kebutuhan utama.

Selain itu, transparansi data menjadi nilai tambah. Pencatatan otomatis dan laporan yang dapat diakses kapan saja membantu UMKM mengevaluasi usaha secara mandiri sekaligus menyesuaikan strategi distribusi sesuai kondisi pasar.

Baca Juga: Kementerian UMKM Catat Potensi Transaksi Rp79,8 Miliar di Holding UMKM Expo 2025

Dari sisi biaya, OKE KIOS menawarkan struktur harga yang kompetitif. Margin yang sehat dinilai dapat membantu UMKM meningkatkan keuntungan tanpa menambah beban operasional. “Agen membutuhkan ruang keuntungan yang sehat agar usahanya bisa terus berjalan,” kata Najib.

Keamanan dan dukungan teknis juga menjadi prioritas. Sistem keamanan berlapis serta laporan transaksi real-time dirancang untuk memberikan rasa aman bagi pengguna. Najib menambahkan, platform ini dibangun agar agen merasa didampingi, baik melalui sistem yang aman maupun tim support yang responsif.

Selanjutnya: KPK Sebut Keterangan Dito Ariotedjo Perkuat Bukti Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Menarik Dibaca: 5 Makanan dan Minuman yang Paling Tidak Baik untuk Kesehatan Otak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News