Digoyang Tarif Donald Trump, China Malah Cetak Rekor Surplus Dagang



KONTAN.CO.ID - BEIJING. China melaporkan kinerja ekspor yang kuat pada tahun 2025 dengan surplus triliunan dolar yang memecahkan rekor. 

Ketahanan China terhadap ketegangan tarif yang kembali meningkat sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 lalu telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk mengalihkan fokus mereka ke Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin untuk mengimbangi tarif bea masuk tinggi AS.

Dengan Beijing yang mengandalkan ekspor untuk mengatasi kemerosotan pasar properti yang berkepanjangan dan permintaan domestik yang lesu, surplus yang memecahkan rekor ini berisiko semakin mengganggu perekonomian yang khawatir tentang praktik perdagangan dan kelebihan kapasitas China. Serta ketergantungan mereka yang berlebihan pada produk-produk utama China.


Surplus perdagangan tahunan China tahun 2025 mencapai US$ 1,189 triliun - angka yang setara dengan PDB salah satu dari 20 ekonomi terbesar di dunia seperti Arab Saudi -. Demikian data bea cukai China yang dirilis Rabu (14/1/2026), seperti dilansir Reuters

Pengiriman ekspor China tumbuh 6,6% pada bulan Desember 2025, dibandingkan dengan peningkatan 5,9% pada bulan November 2025. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan peningkatan sebesar 3,0%.

Sementara impor naik 5,7%, setelah kenaikan 1,9% pada bulan sebelumnya dan melampaui perkiraan kenaikan 0,9%.

Surplus ekspor bulanan melebihi US$ 100 miliar sebanyak tujuh kali tahun lalu, sebagian didukung melemahnya yuan, naik dari hanya sekali pada tahun 2024. Ini menggarisbawahi bahwa tindakan Trump hampir tidak memengaruhi perdagangan China telah membatasi pengiriman barang ke AS.

Ekonom memperkirakan China akan terus mendapatkan pangsa pasar global tahun ini, dibantu oleh perusahaan-perusahaan China yang mendirikan pusat produksi di luar negeri yang menyediakan akses tarif lebih rendah ke Amerika Serikat dan Uni Eropa, serta oleh permintaan yang kuat untuk chip kelas bawah dan elektronik lainnya.

Sebagai andalan ambisi industri global China, industri otomotif China mencatatkan peningkatan ekspor keseluruhan sebesar 19,4% menjadi 5,79 juta kendaraan tahun lalu, dengan pengiriman kendaraan listrik murni meningkat 48,8%. Tiongkok kemungkinan akan tetap menjadi eksportir otomotif terbesar di dunia untuk tahun ketiga setelah pertama kali melampaui Jepang pada tahun 2023.

Meskipun gencatan senjata tarif dagang selama setahun yang disepakati Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir Oktober 2025, bea masuk yang ditetapkan AS sebesar 47,5% untuk barang-barang China jauh di atas rata-rata sekitar 35%. Namun, gencatan tarif dagang itu, menurut para analis memungkinkan perusahaan-perusahaan China untuk mengekspor ke AS dengan keuntungan.

Selanjutnya: China Catat Surplus Perdagangan Sebesar US$ 1,189 Triliun di 2025

Menarik Dibaca: Hubungan Intim Renggang? Coba Sex Toys Untuk Bantu Tingkatkan Kepuasan Seksual