Dikira gempa, Korut ujicoba hulu ledak nuklir



PYONGYANG. Pagi tadi (9/9), sebagian wilayah Korea Utara bergoyang. Isu yang beredar, terjadi gempa di negara tersebut. Rupanya, bukan gempa yang terjadi melainkan ujicoba miniatur hulu ledak nuklir.

Menurut Kantor Berita milik pemerintah Korut, ujicoba miniatur hulu ledak nuklir ini merupakan respon terhadap ancaman dan sanksi dari sejumlah elemen, termasuk Amerika Serikat.

Berdasarkan siaran TV milik pemerintah Korut, ujicoba tersebut tidak memiliki dampak terhadap lingkungan atau menyebabkan kebocoran radiasi. Hal ini juga sebagai bukti bahwa Korut bisa menciptakan hulu ledak kapanpun mereka menginginkannya.


Korut akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi mengenai aktivitas ujicoba nuklirnya setelah sejumlah lembaga global mendeteksi aktivitas seismik di Korut pada Jumat pagi waktu setempat.

European Mediterranean Seismological Centre (EMSC) mengeluarkan rilis gempa berkekuatan 5 skala richter di Korea Utara, di kedalaman 10 kilometer bawah laut, pada pukul 09.00 waktu Korut. Gempa tersebut terjadi sekitar 349 kilometer tenggara kota Jilin di China.

Tak hanya itu, US Geological Survey (USGS) juga mendeteksi adanya 'ledakan' di sekitar 11 kilometer bagian timur laut Sungjibaegam, Korut.

"Bentuk gelombang yang mengeluarkan sinyal adanya ledakan dan gempa memiliki perbedaan. Berdasarkan perbedaan tersebut, kami meyakini terjadi ledakan. Tapi kami tidak yakin jenis ledakannya seperti apa," jelas Rafael Abreu, geophysicist USGS kepada CNBC.

Abreu mencatat, kekuatan ledakan setara dengan gempa berkekuatan 5,3 skala richter.

Beberapa jam setelah aktivitas seismik tersebut, pemerintah Jepang dan Korea Selatan meyakini ledakan yang menyebabkan gempa tersebut merupakan hasil dari ujicoba nuklir.

Pihak militer Korea Selatan mengatakan guncangan 5 magnitude mengindikasikan ledakan 10 kiloton. Ini merupakan yang terbesar dari yang pernah terjadi di Korut.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie