KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik
Tandyo Budi Revita jadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Kamis (15/10/2026). Tandyo mengatakan bahwa penanganan Papua menjadi salah satu prioritas TNI Angkatan Darat (TNI AD) usia dirinya dilantik menjadi KASAD. “Saya kira salah satu yang menjadi prioritas untuk penyelesaian dari programnya Bapak Presiden adalah Papua, ya. Apakah itu dari sisi kesejahteraan? Apakah itu dari sisi gangguan keamanan?” ujar Tandyo.
Ia menambahkan, situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua terus menjadi perhatian. Tandyo menyinggung perkembangan situasi di Kabupaten Maybrat yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan terkait gangguan keamanan.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Swasta Kembali Kontraksi pada Agustus 2026 Menurut dia, perkembangan di wilayah tersebut perlu terus dipantau, termasuk langkah aparat dalam menangani kelompok bersenjata dan mendorong anggota kelompok yang masih melakukan perlawanan untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tandyo mengatakan, upaya penanganan Papua tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga perlu memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan program pemerintah di wilayah tersebut menjadi bagian dari pekerjaan yang harus dilanjutkan. Selain Papua, Tandyo menyatakan TNI AD akan melanjutkan sejumlah program strategis pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut beberapa program yang melibatkan TNI AD, antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sekolah rakyat, dan ketahanan pangan. Menurut Tandyo, program-program tersebut telah berjalan sebelumnya sehingga TNI AD akan meneruskan pelaksanaannya sekaligus mendorong percepatan operasionalisasi di lapangan. “Tugas-tugas yang tentang ketahanan pangan, tentang KDKMP kan sudah berjalan sebelumnya. Itu yang kita teruskan,” katanya. Di samping itu, Tandyo memastikan TNI AD juga akan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai, sebaran personel TNI AD yang luas dapat mendukung upaya percepatan pemadaman kebakaran di berbagai daerah.
Tandyo mengatakan, pengerahan personel akan dilakukan sesuai kemampuan TNI AD, terutama untuk membantu pemadaman kebakaran di lahan gambut. “Untuk karhutla pasti, karena TNI Angkatan Darat paling banyak sebarannya. Untuk bisa mempercepat membantu pemadaman, khususnya lahan-lahan gambut, ini akan mengerahkan semampunya TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pemadaman ini,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Dirjen Pajak Rutin Pantau Perkembangan Penerimaan APBN Tiap Pekan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News