KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di Istana Negara, Jum’at (2/9/2026. Syahganda dilantik Kepala Bakom menggantikan Muhammad Qodari yang baru saja dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Usai pelantikan, Syahganda mengungkapkan rencana membentuk tim khusus untuk mempelajari perkembangan algoritma dan kecerdasan buatan (AI).
Syahganda mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk menghadapi tantangan komunikasi pemerintah di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, algoritma dan AI dapat memengaruhi bagaimana pesan pemerintah, termasuk pemikiran Presiden Prabowo Subianto, diterima oleh masyarakat.
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah Kementerian PKP, BI Siapkan KLM hingga Rp118 Triliun “Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma. Karena menurut Yuval Noah Harari, tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI, dan lain-lain,” kata Syahganda di Istana Negara, Jumat (2/10/2026). Dia mengatakan, Bakom ke depan kemungkinan akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus yang secara spesifik mempelajari dampak algoritma terhadap komunikasi pemerintah. “Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok apa tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat,” ujarnya. Syahganda menilai perkembangan AI dan teknologi digital dapat menimbulkan distorsi terhadap pesan yang hendak disampaikan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, dia mengatakan strategi komunikasi pemerintah ke depan akan turut mengombinasikan perkembangan teknologi yang ada. Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono akan melanjutkan program komunikasi yang sudah berjalan sekaligus mengembangkan pendekatan baru menghadapi perubahan teknologi. Syahganda mengatakan tantangan komunikasi pemerintah ke depan bukan hanya menyampaikan program, tetapi juga memastikan pemikiran Presiden dapat dipahami masyarakat. “Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran,” ujarnya. Menurutnya, pemikiran Presiden merupakan pemikiran yang konstitusional dan perlu diketahui masyarakat. Untuk itu, Bakom akan berupaya memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat melalui media maupun pemanfaatan teknologi.
Dia juga menekankan pentingnya membangun dialog yang lebih intensif dengan media. Menurutnya, komunikasi tersebut diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga membawa pesan masyarakat kembali kepada pemerintah. “Bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah,” pungkas Syahganda.
Baca Juga: Gantikan Qodari, Syahganda Nainggolan Resmi Dilantik Jadi Kepala Bakom Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News