KONTAN.CO.ID - Titiek Puspa, penyanyi legendaris yang telah mengukir sejarah panjang dalam industri hiburan Indonesia. Titiek Puspa meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia 87 tahun. Sebelumnya, pada 26 Maret 2025, beliau sempat mengalami pingsan saat menjalani proses syuting sebuah program televisi, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Tentunya, kabar duka ini menjadi hari berkabung untuk dunia musik dan seni di tanah air.
Pemakaman Titiek Puspa
Pemakaman mendiang Titiek Puspa dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari ini Jumat, 11 April 2025. Melansir dari laporan Kompas.com, prosesi akan dimulai selepas Salat Jumat dengan berlangsung secara khidmat. Lokasi pemakaman berada di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, sesuai dengan permintaan keluarga. Lalu, seperti apa perjalanan Titiek Puspa di dunia seni musik dan film di Indonesia? Yuk, mengenang perjalanan Titiek Puspa hingga akhir hayatnya. Baca Juga: Melihat Perjalanan Karier Titiek Puspa Berawal dari Pemenang Kontes Bintang RadioProfil Titiek Puspa
Perjalanan Karier
Karier musik Titiek dimulai setelah memenangkan kompetisi menyanyi di Radio Republik Indonesia Semarang. Penampilannya menarik perhatian Sjaiful Bachri dari Orkes Simfoni Jakarta, yang kemudian mengajaknya bergabung sebagai penyanyi tetap. Presiden Sukarno-lah yang memberikan nama panggung "Titiek Puspa" kepadanya. Sepanjang kariernya, Titiek menciptakan banyak lagu populer seperti "Kupu-Kupu Malam" dan "Bing". Ia juga merilis beberapa album, termasuk "Kisah Hidup" (1963), "Mama" (1964), dan "Kupu-Kupu Malam" (1977). Pada tahun 2009, Titiek didiagnosis menderita kanker serviks. Setelah menjalani perawatan intensif, termasuk kemoterapi di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, ia dinyatakan sembuh. Selama masa perawatan, Titiek tetap produktif dengan menulis lebih dari 60 lagu. Baca Juga: Penyanyi Legendaris Titiek Puspa Dilarikan ke Rumah Sakit Pada 2014, Titiek membentuk grup vokal bernama Duta Cinta yang terdiri dari 10 anak dari beragam latar belakang etnis. Pada 2017, grup ini tampil di beberapa episode Pesta Sahabat, dimulai dari episode 3 (Aku Anak Sehat) hingga episode 6 (Kasih Ibu). Pada 25 Juli 2018, Duta Cinta kembali tampil dalam acara Pesta Sahabat Anak Indonesia bersama Titiek. Titiek aktif tampil dalam berbagai episode drama musikal Pesta Sahabat yang disiarkan di RTV, termasuk episode Pesta Sahabat Cinta Indonesia, meskipun tidak hadir dalam episode Pesta Sahabat Lebaran Sebentar Lagi dan 17-an di Kampung Halaman. Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Bertema Seni dari Musik sampai LukisPrestasi
Titiek Puspa mencapai puncak awal kariernya dengan memenangkan Juara Bintang Radio kategori hiburan untuk wilayah Jawa Tengah pada tahun 1954, yang memperkuat namanya di dunia musik. Pada tahun 1994, ia dianugerahi BASF Award ke-10 untuk kontribusi panjangnya dalam industri musik. Pada 2008, prestasinya diakui oleh majalah Rolling Stone Indonesia, yang memasukkannya ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa," penghargaan yang mengukuhkan pengaruhnya sebagai legenda musik Indonesia. Melansir dari Musica Studios, Majalah Rolling Stone Indonesia memasukkan dua lagunya, "Kupu-Kupu Malam" dan "Bing", dalam daftar lagu Indonesia terbaik sepanjang masa. Karya-karyanya diakui karena lirik yang mendalam dan interpretasi vokal yang emosional. Baca Juga: Sociolla Beauty Museum Padukan Teknologi, Seni, dan KecantikanFilm yang Dibintangi Titiek Puspa
Era 1960–1970-an:- Minah Gadis Dusun (1965): Film klasik Indonesia, di mana Titiek tampil sebagai pemeran utama.
- Tjinta di Udjung Djalan (1970): Film drama romantis yang memperlihatkan bakat akting dan musikalitas Titiek Puspa.
- Putri Solo (1974): Film musikal bertema budaya Jawa, Titiek juga mengisi soundtrack-nya.
- Inem Pelayan Sexy" (1976).
- Panggung Sandiwara (1981): Film drama keluarga yang mengangkat kisah dunia seni panggung dan musik Indonesia. Titiek berperan sebagai tokoh utama perempuan dengan latar belakang seniman.
- Pengemis dan Tukang Becak (1982): Film sosial yang menyoroti kehidupan masyarakat bawah, Titiek Puspa mendapat peran sebagai tokoh ibu yang bijak.
- Ambilkan Bulan (2012) – Special appearance pada film musikal anak-anak modern yang mengambil inspirasi dari lagu ciptaannya yang legendaris.