KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengelola dana publik untuk ikut menopang likuiditas pasar seiring rencana kenaikan batas minimal free float menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%. Untuk memenuhi ketentuan free float tersebut OJK menyebut dibutuhkan dana sekitar Rp 203 triliun dari sekitar 270 emiten yang saat ini belum memenuhi kewajiban. Oleh karena itu, lembaga keuangan institusional diminta untuk berpartisipasi dalam memperkuat struktur pasar modal. Meski begitu, Dana Pensiun BCA (BCA) mengaku akan sangat berhati-hati saat memilih instrumen saham dalam portofolio investasi. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan, pada prinsipnya lembaga keuangan institusional memandang upaya penguatan struktur pasar modal sebagai langkah positif. Namun, keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan karakteristik kewajiban jangka panjang dana pensiun.
Diminta Tambah Porsi Saham, Dana Pensiun BCA Pilih Tetap Selektif Investasi Saham
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengelola dana publik untuk ikut menopang likuiditas pasar seiring rencana kenaikan batas minimal free float menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%. Untuk memenuhi ketentuan free float tersebut OJK menyebut dibutuhkan dana sekitar Rp 203 triliun dari sekitar 270 emiten yang saat ini belum memenuhi kewajiban. Oleh karena itu, lembaga keuangan institusional diminta untuk berpartisipasi dalam memperkuat struktur pasar modal. Meski begitu, Dana Pensiun BCA (BCA) mengaku akan sangat berhati-hati saat memilih instrumen saham dalam portofolio investasi. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan, pada prinsipnya lembaga keuangan institusional memandang upaya penguatan struktur pasar modal sebagai langkah positif. Namun, keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan karakteristik kewajiban jangka panjang dana pensiun.