Din Syamsuddin akan menjadi Ketua Umum MUI



JAKARTA. Kursi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, selama beberapa waktu kosong setelah KH Sahal Mahfudz mangkat pada 24 Januari 2014. Rapat Dewan Pimpinan MUI, Selasa (18/2), memutuskan Wakil Ketua Umum MUI Din Syamsuddin menjadi calon pengganti KH Sahal.

Namun, proses pergantian belum rampung. "Belum definitif. Masih harus dibawa ke rapat paripurna," kata Din ketika dihubungi, Rabu (19/2) pagi. Rapat paripurna, ujar dia, akan diikuti oleh Dewan Pimpinan dan Dewan Penasihat, dengan total peserta rapat sekitar 90-an orang.

Din mengatakan, keputusan rapat Dewan Pimpinan MUI akan menjadi usulan di rapat paripurna. Dia mengaku, memimpin rapat Dewan Pimpinan MUI tersebut, Selasa. Menurut Din, amanat rapat Dewan Pimpinan MUI untuk menggantikan KH Sahal itu merupakan mekanisme otomatis berdasarkan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI.


"Ketika ketua umum berhalangan tetap, maka otomatis wakilnya menggantikan," ujar Din yang memang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI ini. Meski tetap dimungkinkan tak memenuhi aturan otomatis tersebut, Din mengatakan dengan keluarnya putusan rapat tersebut berarti dia tak berniat menolak amanat itu.

Dalam kesempatan itu Din mengaku kiprahnya di MUI adalah atas desakan almarhum KH Sahal. "Sebelumnya saya tak terlalu aktif karena fokus di Muhammadiyah. Tapi pada 2010, KH Sahal khusus meminta saya mendampinginya sebagai wakil ketua umum," aku Din.

Tujuan ajakan itu, duga dia, adalah untuk merekatkan dua organisasi yang menjadi latar masing-masing tokoh tersebut, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Rapat Dewan Pimpinan MUI juga memutuskan mengusulkan Ma'ruf Amin sebagai pengganti posisi yang ditinggalkan Din. Sebelumnya, Ma'ruf adalah Ketua Harian MUI. Dalam struktur MUI, ujar Din, ada posisi ketua umum, wakil ketua umum, dan 12 ketua. "Posisi Pak Ma'ruf adalah semacam koordinator untuk para ketua itu," papar Din. (Palupi Annisa Auliani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri