KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia menjadi US$ 146,2 miliar pada April 2026, turun US$ 2 miliar secara month on month (MoM) dan turun US$ 10 miliar secara year to date (YTD). Penurunan tersebut sebagian besar mencerminkan intervensi BI untuk mendukung pelemahan rupiah, pembayaran utang luar negeri, serta tekanan yang didorong oleh kebijakan, termasuk arus keluar pembayaran pajak dan jasa. “Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan permintaan yang lebih kuat untuk aset safe-haven, rupiah telah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua di kawasan Asia, setelah terdepresiasi sekitar 4,5% YTD, terbebani oleh defisit anggaran Indonesia yang semakin melebar,” jelas Samuel Sekuritas Indonesia dikutip dari risetnya, Minggu (10/5/2026).
Dinamika Cadangan Devisa Bergantung pada Risiko Global dan Rupiah
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia menjadi US$ 146,2 miliar pada April 2026, turun US$ 2 miliar secara month on month (MoM) dan turun US$ 10 miliar secara year to date (YTD). Penurunan tersebut sebagian besar mencerminkan intervensi BI untuk mendukung pelemahan rupiah, pembayaran utang luar negeri, serta tekanan yang didorong oleh kebijakan, termasuk arus keluar pembayaran pajak dan jasa. “Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan permintaan yang lebih kuat untuk aset safe-haven, rupiah telah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua di kawasan Asia, setelah terdepresiasi sekitar 4,5% YTD, terbebani oleh defisit anggaran Indonesia yang semakin melebar,” jelas Samuel Sekuritas Indonesia dikutip dari risetnya, Minggu (10/5/2026).