KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI diperkirakan kembali naik setelah eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) – Iran kembali memanas. Mengutip Trading Economics Jumat (10/7) pukul 15.31 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 71,74 per barel, menguat 4,15% dalam sepekan. Girta Putra Yoga, Research and Development ICDX mengatakan, pergerakan harga minyak mentah didukung oleh sentimen dari meningkatnya aksi saling serang AS - Iran yang turut memicu eskalasi risiko bagi keamanan lalu lintas melalui jalur Selat Hormuz. Meski demikian, penegasan Irak untuk tidak keluar dari aliansi OPEC menjadi katalis positif bagi harga minyak. Yoga melihat bahwa angkatan bersenjata Iran mengklaim telah melancarkan serangan pada hari Kamis yang menargetkan sistem Patriot AS di Kuwait, situs peringatan dini di Qatar, dan depot bahan bakar Angkatan Darat AS di Bahrain, menyusul serangan AS di provinsi pesisir selatan dan timur Iran.
Dinamika Eskalasi AS – Iran, Ada Potensi Harga Minyak Mentah Kembali Naik
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI diperkirakan kembali naik setelah eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) – Iran kembali memanas. Mengutip Trading Economics Jumat (10/7) pukul 15.31 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 71,74 per barel, menguat 4,15% dalam sepekan. Girta Putra Yoga, Research and Development ICDX mengatakan, pergerakan harga minyak mentah didukung oleh sentimen dari meningkatnya aksi saling serang AS - Iran yang turut memicu eskalasi risiko bagi keamanan lalu lintas melalui jalur Selat Hormuz. Meski demikian, penegasan Irak untuk tidak keluar dari aliansi OPEC menjadi katalis positif bagi harga minyak. Yoga melihat bahwa angkatan bersenjata Iran mengklaim telah melancarkan serangan pada hari Kamis yang menargetkan sistem Patriot AS di Kuwait, situs peringatan dini di Qatar, dan depot bahan bakar Angkatan Darat AS di Bahrain, menyusul serangan AS di provinsi pesisir selatan dan timur Iran.