Dinasti Politik Di Brasil, Dahulu Bapaknya, Kini Si Anak Berpeluang Jadi Presiden
Selasa, 06 Oktober 2026 04:20 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Brasilia. Seperti di Indonesia, dinasti politik juga berkembang di negara lain. Bahkan di Brasil, satu keluarga menjadi penguasa politik. Itu adalah keluarga Bolsonaro. Nama Bolsonaro kembali menjadi sorotan dalam politik Brasil. Kali ini bukan mantan Presiden Jair Bolsonaro, melainkan putra sulungnya, Flávio Bolsonaro. Flávio berhasil memimpin putaran pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) Brasil 2026 dengan perolehan sekitar 47% suara. Sementara itu, Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva berada di posisi kedua dengan sekitar 45% suara.
Keduanya akan kembali berhadapan dalam putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026. Hasil tersebut menunjukkan bahwa berakhirnya karier elektoral Jair Bolsonaro belum menghilangkan pengaruh keluarga Bolsonaro dalam politik Brasil. Sebaliknya, anggota keluarga tersebut kini menempati berbagai posisi strategis di politik nasional. Baca Juga: Chevron Tunjuk Eimear Bonner Pimpin Bisnis Minyak, Gas dan Produk Jair Bolsonaro dan awal dinasti politik Jair Bolsonaro menjadi pusat kekuatan politik keluarga tersebut. Sebelum menjadi presiden, ia telah membangun karier panjang sebagai politikus. Setelah meninggalkan militer, Jair terpilih menjadi anggota Dewan Kota Rio de Janeiro pada 1988. Dua tahun kemudian, ia masuk ke majelis rendah Kongres Brasil dan mempertahankan kursinya selama tujuh periode. Namanya semakin populer menjelang Pilpres 2018. Saat itu, Brasil tengah menghadapi persoalan ekonomi, skandal korupsi besar yang melibatkan Petrobras, serta ketidakpuasan terhadap partai-partai politik tradisional. Jair kemudian tampil sebagai kandidat anti-kemapanan dan berhasil memenangkan putaran kedua Pilpres 2018 dengan lebih dari 55% suara. Ia menjabat sebagai Presiden Brasil pada 2019-2023 dan berhasil membangun basis pendukung yang terdiri dari pemilih konservatif, kelompok Evangelis, sebagian kalangan polisi dan militer, pelaku usaha, serta masyarakat yang kecewa terhadap Partai Pekerja atau Partido dos Trabalhadores (PT). Pengaruh tersebut tetap bertahan setelah Jair kehilangan kursi kepresidenan. Dalam Pilpres 2022, Jair kalah tipis dari Lula dengan selisih kurang dari dua poin persentase. Setelah itu, pengadilan Brasil menjatuhkan hukuman 27 tahun penjara kepadanya terkait upaya mempertahankan kekuasaan setelah kekalahan tersebut. Jair juga dilarang mencalonkan diri untuk jabatan publik. Namun, larangan tersebut tidak serta-merta menghapus pengaruh politiknya. Tonton: IHSG Tersenyum Hari ini, Berikut 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (5 Oktober 2026). Empat putra Jair Bolsonaro terjun ke politik Pengaruh keluarga Bolsonaro tidak hanya bertumpu pada Jair. Putra sulungnya, Flávio Bolsonaro, merupakan senator dan kini menjadi calon presiden. Carlos Bolsonaro membangun karier politik di Rio de Janeiro, sedangkan Eduardo Bolsonaro pernah menjadi anggota Kongres dan dikenal aktif dalam isu internasional serta memiliki kedekatan dengan kelompok konservatif di Amerika Serikat. Putra bungsu Jair, Jair Renan Bolsonaro, juga memasuki politik elektoral. Dengan demikian, keempat putra Jair telah menempuh jalur politik masing-masing. Kekuatan keluarga Bolsonaro juga diperkuat oleh mantan ibu negara Michelle Bolsonaro. Ia memiliki basis dukungan kuat, terutama di kalangan pemilih Kristen Evangelis konservatif. Michelle bahkan berhasil memenangkan kursi Senat dalam Pemilu Brasil 2026. Tonton: Asuransi Kesehatan Masuk Era Baru, AI Bisa Pangkas Birokrasi? Flávio Bolsonaro jadi penerus Jair Setelah Jair Bolsonaro tidak dapat mencalonkan diri, muncul pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi penerus utama kelompok kanan Brasil. Salah satu nama yang sempat dipertimbangkan adalah Tarcísio de Freitas, Gubernur Sao Paulo dan mantan anggota kabinet Jair Bolsonaro. Namun, Tarcísio memilih kembali mencalonkan diri sebagai gubernur. Jair kemudian memberikan dukungan kepada Flávio sebagai calon presiden. Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Flávio untuk mengambil posisi sebagai salah satu kandidat utama kelompok kanan Brasil. Hasil putaran pertama Pilpres 2026 menunjukkan strategi tersebut berhasil. Flávio bahkan mampu mengungguli Lula, meski selisih perolehan suara keduanya relatif tipis. Baca Juga: AS Uji Teknologi Antidrone di Perbatasan Meksiko, Belajar dari Perang Ukraina Nama Bolsonaro telah menjadi merek politik Salah satu kekuatan terbesar keluarga Bolsonaro adalah nama tersebut telah berkembang menjadi identitas politik. Salah satu faktor yang menopang kekuatan tersebut adalah sentimen antipati terhadap PT atau yang dikenal sebagai antipetismo. Sentimen anti-PT sebenarnya sudah ada sebelum Jair Bolsonaro muncul sebagai kandidat presiden. Namun, Jair berhasil mengubah sentimen tersebut menjadi identitas politik yang lebih kuat. Nama Bolsonaro kemudian menjadi simbol bagi sebagian pemilih konservatif yang menolak PT maupun pemerintahan Lula. Meski demikian, basis pendukung inti Bolsonaro tidak mencakup seluruh pemilih sayap kanan Brasil. Karena itu, kemenangan Flávio dalam pemilu tetap bergantung pada kemampuannya memperluas dukungan ke pemilih konservatif di luar basis loyalis Bolsonaro. Partai Liberal ikut memperkuat pengaruh Bolsonaro Pengaruh keluarga Bolsonaro juga tidak hanya terlihat dari pencalonan Flávio. Partai Liberal atau PL, kendaraan politik yang menaungi keluarga Bolsonaro, meraih hasil kuat dalam pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah Brasil 2026. PL diperkirakan akan memiliki posisi penting di Kongres setelah memperoleh sejumlah kursi dalam pemilihan senator dan anggota parlemen federal. Kondisi tersebut memberikan keluarga Bolsonaro dan kelompok konservatif basis kekuatan politik yang lebih luas. Pengaruh itu juga membuat sejumlah pengamat politik menggambarkan keluarga Bolsonaro sebagai semacam "waralaba" politik. Anggota keluarga berada di berbagai ruang politik, meski kepentingan mereka tidak selalu sama dan perselisihan internal juga kerap terjadi. Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Eropa Cetak Rekor, Naik 45% hingga Agustus 2026 Apakah Bolsonaro benar-benar menguasai Brasil? Besarnya pengaruh keluarga Bolsonaro membuat istilah dinasti Bolsonaro semakin sering digunakan. Namun, istilah tersebut tidak berarti keluarga Bolsonaro secara langsung mengendalikan seluruh politik Brasil. Brasil tetap memiliki sistem pemilu, Kongres, lembaga peradilan, pemerintah daerah, serta partai politik lain yang memiliki kekuatan masing-masing. Lula juga masih menjadi presiden dan akan menghadapi Flávio dalam putaran kedua Pilpres 2026. Meski demikian, perjalanan politik sejak 2018 menunjukkan bahwa keluarga Bolsonaro mampu mempertahankan basis pendukung sekaligus mengembangkan nama Bolsonaro menjadi sebuah merek politik. Ketika Jair tidak lagi dapat maju sebagai kandidat, dukungan tersebut dialihkan kepada Flávio. Di saat bersamaan, anggota keluarga lainnya memperkuat posisi di parlemen dan politik daerah. Jair sendiri, meski sedang menjalani hukuman penjara, masih memiliki pengaruh terhadap kelompok kanan Brasil dan Partai Liberal. Tonton: AS Habiskan Rp91 Triliun untuk Perawatan 1 Kapal Induk Nuklir, Ini yang Dikerjakan! Flávio Bolsonaro vs Lula Putaran kedua Pilpres Brasil pada 25 Oktober 2026 akan menjadi ujian terbesar bagi kekuatan dinasti Bolsonaro. Flávio tidak hanya berhadapan dengan Lula sebagai kandidat petahana, tetapi juga harus membuktikan bahwa popularitas nama Bolsonaro mampu diterjemahkan menjadi dukungan mayoritas pemilih Brasil.
Hasil putaran pertama memang memberikan keuntungan psikologis bagi Flávio. Namun, selisih sekitar dua poin persentase dengan Lula menunjukkan persaingan masih sangat ketat. Siapa pun yang akhirnya memenangkan putaran kedua, hasil Pilpres 2026 telah memperlihatkan satu hal penting: nama Bolsonaro belum kehilangan pengaruhnya dalam politik Brasil. Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/10/05/190000370/mengenal-dinasti-bolsonaro-bagaimana-satu-keluarga-menguasai-politik?page=all#page2
Asuransi Kesehatan Masuk Era Baru, AI Bisa Pangkas Birokrasi?