MANILA. Arus dana asing akan terus keluar dari emerging market. Tak terkecuali, Filipina. Menurut United Coconut Planters Bank, investor internasional kemungkinan akan terus menjual kepemilikannya atas saham-saham Filipina. Salah satu alasannya, prospek kenaikan suku bunga AS memukul tingkat permintaan aset-aset berisiko dan mendorong modal asing menuju negara-negara maju. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, investor luar negeri sudah menarik dana mereka dengan nilai bersih mencapai US$ 1,24 miliar dari pasar saham Filipina pada periode April hingga Agustus. Ini merupakan rekor tertinggi untuk periode lima bulanan. Dapat dilihat, investor asing membukukan net sell pada tahun ini, setelah enam tahun berturut-turut membukukan net buy. Pemicunya antara lain perlambatan ekonomi Filipina, prediksi kenaikan suku bunga AS, dan kejutan dari devaluasi yuan China.
Diramal, dana asing akan hengkang dari Filipina
MANILA. Arus dana asing akan terus keluar dari emerging market. Tak terkecuali, Filipina. Menurut United Coconut Planters Bank, investor internasional kemungkinan akan terus menjual kepemilikannya atas saham-saham Filipina. Salah satu alasannya, prospek kenaikan suku bunga AS memukul tingkat permintaan aset-aset berisiko dan mendorong modal asing menuju negara-negara maju. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, investor luar negeri sudah menarik dana mereka dengan nilai bersih mencapai US$ 1,24 miliar dari pasar saham Filipina pada periode April hingga Agustus. Ini merupakan rekor tertinggi untuk periode lima bulanan. Dapat dilihat, investor asing membukukan net sell pada tahun ini, setelah enam tahun berturut-turut membukukan net buy. Pemicunya antara lain perlambatan ekonomi Filipina, prediksi kenaikan suku bunga AS, dan kejutan dari devaluasi yuan China.