Direksi dan Komisaris Bank BJB Kompak Borong Saham BJBR, Ini Rinciannya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk alias Bank bjb (BJBR) terpantau kompak menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tempat mereka menjabat.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (14/5/2026), terpantau empat direksi dan tiga dewan komisaris BJBR membeli saham di hari yang sama, yakni 11 Mei 2026.

Ketujuhnya sama-sama membeli saham BJBR di harga Rp 881 per saham. Untuk diketahui, posisi tersebut mencerminkan apresiasi harga 8,09% sejak awal tahun (year-to-date/ytd). Pun, pada hari transaksi, posisi harga ini lebih tinggi 10,12% dari harga pasar BJBR di akhir perdagangan.


Dari jajaran direksi, salah satu yang terpantau menyerok saham BJBR adalah Direktur Utama Bank bjb Ayi Subarana. Ayi membeli 111.644 unit saham BJBR dengan tujuan investasi. Untuk transaksi ini, Ayi menggelontorkan dana sebesar Rp 98,36 juta.

Baca Juga: Bank INA Gelar RUPS 5 Juni 2026, Bahas Private Placement hingga Perubahan Pengurus

Setelah transaksi ini, total saham yang dimiliki Ayi bertambah menjadi 135.144 unit atau setara 0,0012% hak suara.

Kemudian, Direktur Keuangan Bank bjb Hana Dartiwan membeli 341.324 unit saham BJBR juga dengan tujuan investasi. John merogoh kocek sebesar Rp 300,71 juta untuk investasi ini, dan kepemilikannya bertambah menjadi 721.855 unit atau 0,0068% hak suara.

Selanjutnya ada Direktur Korporasi dan UMKM Mulyana dengan total pembelian 113.153 unit saham, bertujuan investasi. Dana yang digelontorkan Mulyana untuk menambah kepemilikan sahamnya menjadi 113.153 unit saham atau 0,001% hak suara ini mencapai Rp 99,69 juta.

Ada pula Direktur Konsumer dan Ritel Bank bjb Nunung Suhartini yang menyerok 111.644 unit saham BJBR untuk investasi, sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 111.644 unit saham atau setara 0,001% hak suara. Untuk transaksi itu Nunung membayar Rp 98,36 juta.

Baca Juga: Sejumlah Perusahaan Dana Pensiun Catat Pertumbuhan Aset pada Kuartal I-2026

Adapun Dewan Komisaris Bank bjb yang menyerok saham di saat yang sama adalah Tomsi Tohir. Tomsi membeli 133.404 unit sehingga total kepemilikan sahamnya menjadi 284.118 unit saham atau 0,0027% hak suara. Untuk transaksi yang bertujuan investasi, ia mengeluarkan kocek Rp 117,53 juta.

Dewan Komisaris Bank bjb lainnya ada Herman Suryatman, yang sebelumnya tak memiliki saham BJBR dan membeli 56.208 unit saham atau setara 0,0005% hak suara untuk investasi. Total dana yang dikeluarkan Herman dalam transaksi ini mencapai Rp 49,52 juta.

Terakhir, Dewan Komisaris Bank bjb yang menyerok saham BJBR adalah Rudie Kusmayadi. Rudi membeli 133.404 unit saham untuk investasi dengan total dana Rp 117,53 juta sehingga kepemilikannya menjadi 284.118 unit saham atau setara 0,0027% hak suara.

Pada akhir perdagangan Rabu (13/5/2026) kemarin, harga saham BJBR kembali parkir di zona merah dengan koreksi harian 1,26% menjadi Rp 785. Sejak awal tahun, posisi harga ini mencerminkan koreksi 2,48%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News