Direksi Terus Borong, Penurunan Harga Saham Perusahaan Tambang Ini Tak Kunjung Stop



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sejumlah direksi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kembali menambah kepemilikan saham perseroan pada Oktober 2026. Namun, transaksi saham ini belum mampu menahan penurunan harga saham perusahaan tambang mineral dan emas milik Bakrie Group.

Total pembelian saham oleh dua direksi tersebut mencapai 740.000 saham di tengah tekanan harga saham BRMS. 

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan pada Selasa (20/10/2026), Muhammad Sulthon membeli 190.000 saham BRMS melalui transaksi pada 13 dan 15 Oktober 2026. Sementara itu, Charles Daniel Gobel menambah kepemilikan sebanyak 550.000 saham pada 20 Oktober 2026.


Dengan demikian, total pembelian saham oleh kedua direksi tersebut sepanjang Oktober 2026 mencapai 740.000 saham. Manajemen tidak merinci harga pembelian maupun nilai transaksi dalam keterangan yang disampaikan.

BRMS juga mengungkapkan bahwa dalam 18 bulan terakhir, lima direksi perseroan telah membeli hampir 7,5 juta saham perusahaan. Mereka adalah Charles Daniel Gobel, Adrian Wicaksono, Adika Aryasthana Bakrie, Muhammad Sulthon, dan Herwin Wahyu Hidayat.

Baca Juga: Boy Thohir Tambah Kepemilikan, Harga 3 Saham Ini Langsung Mendaki

Menurut manajemen, aksi pembelian saham oleh jajaran direksi tersebut mencerminkan keyakinan mereka terhadap prospek kinerja BRMS ke depan.

Meski demikian, aksi beli oleh jajaran direksi belum diikuti penguatan harga saham perseroan. Pada perdagangan Selasa (20/10/2026), saham BRMS ditutup di level Rp 428 per saham, turun 1,83% dibandingkan penutupan sebelumnya. Data historis pasar juga mencatat harga penutupan tersebut berada jauh di bawah level awal tahun. 

Secara tahun berjalan, harga saham BRMS telah merosot 63,73% atau setara dengan 752 poin. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelian saham oleh direksi belum mampu membendung tekanan harga saham di pasar.  

26 Anggota Wantimpres Digugat ke MK, Gaji Rp 76,5 Juta per Bulan Jadi Sorotan!
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News