Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kawal pembangunan Bandara Singkawang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan mengawal pembangunan Bandar Udara Singkawang seusai dilakukan pencanangan pembangunan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Singkawang kemarin (18/2).

Selain melakukan pencanangan, Menhub dan Dirjen Perhubungan Udara juga melakukan pertemuan dengan para pengusaha nasional asal Singkawang untuk mendukung pembangunan bandara ini.

Menurut Menhub Budi Karya, Bandara Singkawang mempunyai peran strategis dari sisi ekonomi serta politik, pertahanan dan keamanan. Dari sisi ekonomi, bandara ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan potensi ekonomi lainnya di Singkawang dan sekitarnya dengan konektivitas transportasi udara.


Sedangkan dari sisi politis, pertahanan dan keamanan adalah sebagai eksistensi daerah perbatasan terhadap negara tetangga.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti yang mendampingi Menteri Perhubungan menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan studi pendahuluan. Dalam waktu dekat pihaknya juga segera melaksanakan feasibility study serta kajian lainnya agar target pembangunan bandara bisa tercapai.

"Kita juga akan lakukan market sounding dan bidding untuk mencari investor yang sesuai karena pembanguanan bandara ini akan menggunakan skema KPBU, kerjasama pemerintah dengan badan usaha. Dengan demikian bandara akan bisa dikembangkan dengan baik tanpa membebani APBN," katanya dalam siaran pers (19/2).

Untuk tahap awal, Polana menyatakan pada tahun ini Ditjen Hubud akan menyiapkan dana Rp 10 miliar untuk land clearing. Berdasarkan masterplan daerah, Bandara Singkawang terletak di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. Kelak bandara ini akan berdiri diatas lahan seluas 151.45 Ha dan saat ini telah terealisasi seluas 106.92 Ha.

Pada tahap awal, bandara ini akan memiliki landas pacu 1.400m x 30m, dengan luas landas hubung 199m x 18m, dan luas apron 160m x 70m. Pada tahap ini bandara akan dapat melayani pesawat sejenis ATR 72.

Kota Singkawang merupakan kota yang dinilai menggeliat maju dan menjadi pusat pertumbuhan wilayah, khususnya di wilayah Kalimantan Barat bagian utara. Selain itu, Singkawang adalah salah satu tujuan favorit para wisatawan.

Pemerintah Kota Singkawang sendiri mencatat, hasil capaian kunjungan wisatawan pada 2018 naik 105% dari tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi