Direktur Baru Beli Saham Perusahaan Tambang Ini dengan Harga Tinggi



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Salah seorang direksi PT Harum Energy Tbk (HRUM) berani beli saham perusahaan dengan harga tinggi. Padahal, harga saham perusahaan pertambangan batubara dan nikel ini hingga September 2026 masih tren melemah.

Direksi tersebut adalah Stephanus E D Sutantio, direktur Harum Energy yang baru disetujui dalam Rapat Umum Saham Perusahaan Luar Biasa (RUPSLB) 18 September 2026. Sutantio tercatat membeli sebanyak 241.000 lembar saham HRUM pada tanggal 18 September 2026.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dieksekusi pada harga Rp1.003 per lembar, dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp241,7 juta. Melalui pembelian langsung ini, porsi kepemilikan saham Stephanus E D Sutantio di perusahaan kini menjadi 0,002% dari total keseluruhan saham HRUM.


Aksi korporasi ini berlangsung berbarengan dengan pergerakan saham HRUM di pasar reguler yang ditutup terkoreksi tipis 0,56% ke level Rp890 per saham pada penutupan perdagangan hari yang sama. 

Sejak awal tahun 2026, harga saham HRUM terakumulasi melemah 18,72% atau 205 poin.

Baca Juga: Harga Saham Anjlok 52%, Tapi Kinerja Emiten Ini Kinclong, Apakah Sahamnya Layak Beli?

Investasi Langsung

Keputusan seorang direktur untuk melakukan investasi langsung di perusahaan tempatnya bekerja umumnya dilandasi oleh keinginan untuk menyelaraskan kepentingan manajemen dengan para pemegang saham publik.

Langkah pembelian saham dalam jumlah signifikan ini dapat dipersepsikan oleh pasar sebagai bentuk sinyal kepercayaan diri yang kuat (confidential signal) dari internal manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang Harum Energy.

Praktik pembelian saham oleh orang dalam (insider buying) seperti ini merupakan bagian dari standar transparansi di Bursa Efek Indonesia, di mana setiap transaksi wajib dilaporkan secara terbuka agar dapat dipantau langsung oleh publik dan investor luas.

Baca Juga: Pengurus Gelar Aksi Jual Massal, Saham Emiten Menara Milik Grup Djarum Ini Rontok

Kinerja Harum Energy Meningkat 

Sebelumnya, Harum Energy Tbk mengumumkan kinerja keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Selama periode tersebut, HRUM meraih pertumbuhan positif dari sisi top line dan bottom line. Berdasarkan laporan keuangan di BEI, total pendapatan HRUM tercatat sebesar US$ 1,08 miliar pada semester I-2026 atau tumbuh 67,36% year on year (yoy) dibandingkan realisasi semester I-2025 sebanyak US$ 645,27 juta. Bila ditelusuri, pendapatan HRUM pada semester I-2026 terdiri dari segmen pemurnian nikel sebanyak US$ 1,02 miliar. Setelah itu diikuti oleh segmen pertambangan sebesar US$ 172,14 juta dan sewa dan jasa sebesar US$ 9,46 juta. Total pendapatan tersebut kemudian dikurangi eliminasi sebesar US$ 121,78 juta. Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan dan beban langsung HRUM meningkat 60,21% yoy menjadi US$ 848,33 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode sebelumnya sebesar US$ 529,50 juta. Hasil ini membuat HRUM memperoleh laba bruto sebesar US$ 231,61 juta pada semester I-2026, atau melesat 100,04% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 115,78 juta. Laba sebelum pajak penghasilan HRUM juga meningkat 164,68% yoy dari US$ 53,26 juta pada semester I-2025 menjadi US$ 140,97 juta pada semester I-2026. Hingga akhir semester I-2026, HRUM mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 36,50 juta atau tumbuh 22,65% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada semester I-2025 yakni US$ 29,76 juta. Per 30 Juni 2026, HRUM memiliki total aset sebanyak US$ 3,83 miliar yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 1,88 miliar dan ekuitas sebesar US$ 1,95 miliar.  

AirAsia Pangkas Penerbangan 25%, Ada Apa dengan Bisnisnya
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News