Direktur FBI Kash Patel Seret Media ke Jalur Hukum, Tak Terima Dituduh Pemabuk



KONTAN.CO.ID - Direktur FBI, Kash Patel, mengambil langkah hukum tegas terhadap media The Atlantic. Patel resmi melayangkan gugatan pencemaran nama baik.

Langkah ini diambil Patel setelah media tersebut menerbitkan laporan yang menuduhnya memiliki kebiasaan mabuk hingga mengganggu kinerjanya sebagai pimpinan tertinggi biro penyelidik federal tersebut.

Mengutip laporan Reuters pada Selasa (21/4), gugatan ini menyasar The Atlantic dan jurnalis Sarah Fitzpatrick atas artikel yang mengklaim bahwa perilaku Patel merupakan ancaman bagi keamanan nasional.


Baca Juga: Perang Siber Memanas: Direktur FBI Kash Patel Kena Retas Kelompok Iran

Gugatan Rp3,9 Triliun atas Tuduhan Fitnah

Dalam berkas gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS, pihak Kash Patel menuntut ganti rugi fantastis sebesar US$250 juta atau setara Rp3,9 triliun.

Pihak Patel menilai artikel berjudul "The FBI Director Is MIA" bukan sekadar kritik kepemimpinan, melainkan serangan pribadi yang direncanakan.

Dalam artikel tersebut, Patel diklaim sering mabuk di malam hari sehingga harus membatalkan rapat pagi.

Gugatan menyebutkan adanya actual malice atau kebencian nyata, di mana media dianggap sengaja mengabaikan fakta demi merusak reputasi Patel.

Kash Patel menegaskan bahwa laporan tersebut adalah kebohongan yang sengaja dipublikasikan meskipun pihaknya telah memberikan klarifikasi sebelumnya.

"Cerita The Atlantic adalah kebohongan. Mereka sudah diberikan kebenaran sebelum terbit, tapi tetap memilih mencetak kepalsuan," tegas Patel dalam wawancara dengan Reuters.

Baca Juga: Robert Mueller Meninggal Dunia, Eks Bos FBI yang Bongkar Skandal Trump-Rusia

Dukungan dari Internal FBI

Upaya menyeret media ini ke jalur hukum juga didukung oleh kesaksian mantan pejabat tinggi FBI. Dan Bongino, yang menjabat sebagai Wakil Direktur FBI hingga Januari, membela integritas Patel.

"Jika Anda tidak bisa menghubungi Kash seperti yang dituduhkan, siapa yang Anda cari? Tentu saja wakilnya, yaitu saya. Dan fakta itu tidak pernah ada," ujar Bongino.

Langkah Patel menambah daftar panjang tokoh pemerintahan yang melakukan perlawanan hukum terhadap media arus utama di Amerika Serikat.

Pengacara Patel, Jesse Binnall, dikenal sebagai advokat agresif yang sering mewakili tokoh besar dalam kasus-kasus perdata serupa.

Patel optimis bahwa pengabaian bukti bantahan sebelum penerbitan menjadi kartu AS untuk memenangkan gugatan ini.

Baca Juga: Direktur FBI Kash Patel: Telepon Saya Disita Diam-Diam di Era Biden

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News