Direktur IMF Percaya Dunia Sudah Lebih Siap Menghadapi Krisis



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, meyakini bahwa dunia saat ini sudah lebih siap dalam menghadapi krisis.

Dalam wawancaranya dengan AFP yang dilansir The Straits Times, Georgieva menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi ekonomi dunia serta peran IMF dalam mengatasi beragam masalah perekonomian global sejak pandemi Covid-19 melanda.

Sektor Perbankan yang Lebih Kuat

Ketika ditanya apakah krisis ekonomi di tahun 2023 akan lebih buruk dari tahun 2008, Georgieva hanya menegaskan bahwa sektor perbankan global saat ini secara umum sudah lebih kuat.


"Kami juga memiliki sesuatu yang sangat penting, yaitu bank sentral yang lebih kuat, benar-benar mandiri dengan pengalaman yang telah mereka bangun sejak krisis keuangan global," ungkap Georgieva.

Georgieva juga melihat bahwa sejauh ini bank sentral telah bereaksi dengan cukup baik terhadap tanda-tanda inflasi.

Baca Juga: Badan PBB Peringatkan Munculnya Resesi Akibat Kelalaian Kebijakan Moneter

IMF Memperluas Jangkauan Pinjaman

Terkait perannya selama gejolak ekonomi yang terjadi, Georgieva menjelaskan bahwa IMF telah memperpanjang pinjaman sekitar US$270 miliar selama satu tahun terakhir sejak pandemi Covid-19.

IMF disebut telah memiliki kapasitas pinjaman sebesar US$1 triliun dan masih memiliki ruang yang luas untuk memberi bantuan kepada para anggotanya.

IMF juga telah memberikan dukungan keuangan kepada 16 negara sejak Rusia menginvasi Ukraina yang nilainya sekitar US$90 miliar. Saat ini pun mereka masih mengurus sekitar 21 permintaan bantuan lagi.

"Pesan saya untuk negara: bertindak lebih awal. Datanglah kepada kami untuk instrumen kehati-hatian, sehingga Anda dapat membangun posisi di masa yang sangat sulit ini untuk menopang perekonomian Anda dari risiko yang akan datang," kata Georgieva.

Baca Juga: IMF: 48 Negara Terkena Krisis Pangan, 10 hingga 20 di Antaranya Butuh Bantuan Darurat

Peran China Sebagai Negara Kreditur Besar

IMF menyebut China memiliki keterlibatan yang sangat substantif sebagai negara kreditur utama. China juga sedang bekerja sebagai ketua bersama komite kreditur untuk Zambia dan diharapkan bisa memiliki peran yang sama untuk Chad.

"Ada banyak pemberi pinjaman di China. Baru-baru ini, Kementerian Keuangan dan bank sentral, People's Bank of China, mendapat mandat untuk berkoordinasi, dan butuh waktu untuk mencapai koordinasi itu," ungkap Georgieva.

Meskipun demikian, IMF tetap berharap krisis utang tidak berkepanjangan. Pihak China pun berharap masalah seperti ini bisa segera dihindari.