Restrukturisasi gagal, solvabilitas AJB Bumiputera bisa makin terjerumus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masalah yang membelit Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera sudah terjadi sejak beberapa lalu. Proses penyelamatan yang berjalan juga dinilai tak membuat perusahaan itu tambah sehat.

Bahkan, Direktur nonaktif AJB Bumiputera Ana Mustamin menilai gagalnya upaya restrukturisasi malah membawa satu-satunya perusahaan asuransi jiwa berbentuk mutual di Indonesia tersebut makin terjerumus dalam masalah solvabilitas.

Memang, ia mengaku sejak dulu AJB Bumiputera sudah diselimuti masalah. Namun ia mengklaim, permasalahan perusahaan tersebut saat itu adalah soal solvabilitas.


"Dan memang sebagai perusahaan mutual, hampir sepanjang hidupnya AJB Bumiputera sebetulnya bermasalah dari sisi solvabilitas. Karena tidak ada mekanisme penambahan modal seperti di perusahaan berbentuk perseroan terbatas," tutur Ana, Selasa (30/10).

Tapi kini, Ana menyebut persoalan AJB Bumiputera bukan cuma solvabilitas. Tapi juga dari sisi likuiditas. Pasalnya sebelum diambil alih Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016 lalu, ia mengklaim perusahaan yang dipimpinnya masih punya likuiditas yang baik. Sehingga tidak sampai telat bayar klaim ke nasabah.

Setelah dibekukan, OJK memerintahkan pengelola statuter untuk melakukan restrukturisasi. Sempat gagal direstrukturisasi jilid pertama, statuter kemudian menjalankan restrukturisasi baru.

Ana menilai penyelesaian kemelut di AJB Bumiputera sampai saat ini tak menemukan titik terang. Lantaran pihak-pihak yang terkait tidak paham esensi persoalan. "Memimpin perusahaan berbentuk PT dan mutual itu jauh berbeda," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi