Dirjen Bea Cukai: Sumbangan Tembaga ke Penermiaan Bea Keluar Terus Naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menyampaikan, sumbangan tembaga terhadap penerimaan bea keluar pada 2020 sebesar Rp 2,12 triliun.

Adapun capaian pada 2021 tercatat meningkat Rp 1,79 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sumbangan komoditas tembaga juga terlihat meningkat kembali sebanyak Rp 2,28 triliun pada 2022.

"Dengan demikian, peran komoditas tembaga terhadap penerimaan bea keluar pada 2022 mencapai Rp 6,19 triliun," ucap dia kepada Kontan.co.id, Jumat (17/2).


Di sisi lain, Askolani tak memungkiri penerimaan bea keluar tahun ini akan mengalami penurunan karena adanya pembatasan ekspor, terutama nikel dan juga bauksit.

Baca Juga: Optimalkan Target Penerimaan Cukai pada 2023, Berikut Strategi Ditjen Bea Cukai

Dia mengatakan dilihat dari target penerimaan bea keluar tahun ini nilainya memang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan realisasinya pada tahun lalu.

Pemerintah pada 2023 menargetkan bea keluar Rp 10,2 triliun, sedangkan realisasi penerimaan bea keluar tahun 2022 sebesar Rp 39,8 triliun.

Terkait pembatasan ekspor, kemungkinan Indonesia akan berpeluang kehilangan penerimaan bea keluar cukup besar dari komoditas tembaga, jika melihat data sepanjang 2020 hingga 2022 yang mana menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto