Dirjen Minerba KESDM Mengaku Belum Tahu Soal Badan Khusus untuk Ekspor Komoditas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dikabarkan akan membentuk badan khusus untuk ekspor komoditas strategis. Dari rumor yang beredar, pada tahap awal ekspor melalui badan khusus tersebut mencakup minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan batubara.

Sementara untuk ekspor komoditas mineral masih dalam pembahasan. Dari informasi yang beredar, ada dua skenario untuk struktur badan khusus ini, yakni di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau di bawah Danantara. Konsepnya akan mirip dengan state commodity trading house.

Namun, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengaku belum mengetahui tentang pembentukan badan khusus maupun skema ekspor melalui badan tersebut.


"Saya nggak tahu, skemanya seperti apa, nggak tahu," kata Tri selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Rupiah Tertekan, Bahlil Pastikan Pemerintah Tak Akan Menaikkan Harga BBM Subsidi

Adapun, di dalam RDP tersebut Tri membeberkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Minerba pada periode Januari - April 2026 tercatat sebesar Rp 48,95 triliun.

"Sebetulnya kalau ditarik sampai 15 Mei mencapai Rp 55 triliun," kata Tri.

Posisi per April 2026, PNPB Minerba mengalami kenaikan 6,21% dibandingkan periode Januari - April 2025 yang tercatat senilai Rp 46,09 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan target PNBP minerba tahun 2026, dimana pemerintah mengejar kenaikan 7,36% dibandingkan 2025. 

Selain itu, Tri juga mengungkapkan realisasi produksi batubara hingga April 2026 yang mencapai 229 juta ton. Jumlah ini setara dengan 38,16% dari target pemerintah yang ingin mengontrol tingkat produksi di sekitar 600 juta ton pada 2026.

Tri menyatakan bahwa dari volume realisasi tersebut, batubara yang dipasok ke pasar dalam negeri melalui Domestic Market Obligation (DMO) tercatat sebesar 84 juta ton. Sementara volume ekspor mencapai sekitar 145 juta ton.

Baca Juga: Dirjen Minerba: Produksi Batubara Tembus 229 Juta Ton per April 2026

Tanpa merinci, Tri mengatakan realisasi tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

"Kami akan melakukan evaluasi secara komprehensif terkait dengan produksi, karena kami sudah menyelesaikan untuk kuartal pertama. Mudah-mudahan hasil dari evaluasi dapat memberikan masukan yang terbaik ke depan," tandas Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News