Dirjen Pajak Curhat Habis Dibantai Kamar Dagang AS dan Inggris



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto telah bercerita tentang pertemuan dengan American Chamber of Commerce (AmCham) dan British Chamber of Commerce (BritCham). Ia menggambarkan pertemuannya cukup panas. 

Namun Bimo menegaskan, argumen para pelaku usaha asing itu sudah dibalas tuntas.

"Saya habis dibantai sama American Chamber of Commerce dan sama British Chamber of Commerce. Bantai kok saya. Saya bantai ulang mereka. Ini PR bersama kok," ujar Bimo dalam acara yang digelar Pusdiklat Pajak, Kamis (21/5).


Baca Juga: Pemerintah Evaluasi Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Diduga Tak Berdampak Maksimal

Kedua kamar dagang tersebut memprotes sejumlah kebijakan investasi dan perpajakan di Indonesia. Namun, kata Bimo. selama faktor-faktor produksi masih berada di Indonesia, pelaku usaha asing harus mengikuti aturan main yang berlaku di sini.

"Lu mau protes apa pun, faktor produksinya di Indonesia, ikut permainan Indonesia," katanya.

Yang lebih mengejutkan, Bimo menyoroti sikap para eksekutif lokal yang bekerja di perusahaan-perusahaan asing itu. 

Menurutnya, para eksekutif lokal itu kerap bersikap lebih keras membela kepentingan perusahaan asing dibanding orang asing itu sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News