Dirjen Perhubungan Darat Estimasi Ada Pergerakan 193,6 Juta Orang Pada Mudik 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memproyeksi potensi pergerakan nasional sebesar 71,7% alias sebanyak 193,6 juta orang pada momen Mudik 2024. 

Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani memaparkan daerah asal perjalanan terbanyak pada Lebaran 2024 adalah Jawa Timur, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatra Utara.

"Daerah tujuan perjalanan mudik terbanyak pada Lebaran 2024 diproyeksi adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta," ujarnya dalam momen Media Gathering Lebaran Astra Infra Group, di Jakarta, Kamis (28/3). 


Baca Juga: BPJT Siapkan Tiga Jalan Tol Darurat untuk Hadapi Arus Mudik Lebaran 2024

Lebih jauh Ahmad Yani memaparkan puncak arus mudik nasional yang melakukan perjalanan di H-7 sampai dengan H+7 diproyeksi ada sebanyak 167,2 juta orang.  Sementara itu, puncak arus balik mudik terjadi pada H+3 Minggu (14/4) sebanyak 40,99 juta orang. 

Lima pilihan moda terbanyak yang dipilih oleh masyarakat secara nasional adalah kereta api antar kota sebanyak 39,32 juta orang, diikuti dengan bus sebanyak 37,51 juta, mobil pribadi sebesar 35,42 juta, lalu sepeda motor sebanyak 31,12 juta, dan mobil sewa sebanyak 11,64 juta. 

Lalu, pada kawasan Jabodetabek, potensi pergerakannya diproyeksi sebanyak 28,4 juta atau naik 84,27% dibandingkan tahun 2023 lalu sebanyak 18,3 juta orang. 

Sementara lima moda pilihan transportasi yang digunakan oleh masyarakat Jabodetabek adalah kereta api antar kota sebanyak 9,26 juta diikuti oleh bus sebanyak 7,89 juta, mobil pribadi sebesar 4,27 juta, sepeda motor sebesar 2,56 juta dan kapal penyeberangan/ASDP sebesar 1,63 juta. Pilihan jalur mobil terbanyak tol Trans Jawa adalah 11,10 juta. 

Baca Juga: Penjualan Tiket KAI Mudik dan Balik Lebaran 2024 Capai 59%

"Jadi kami di sini juga mencoba menyiapkan kebijakan-kebijakan yang sudah disepakati bersama. Kebijakan tersebut ada dalam SK Bersama yang menyangkut kelancaran ketertiban dan keamanan perjalanan Mudik," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah menjalankan skenario pengaturan jalan tol pada masa angkutan Lebaran 2024. Beberapa di antaranya adalah mengadakan contra flow, manajemen rest area, optimalisasi gardu gerbang tol, percepatan penanganan petugas hingga pembatasan pengoperasian mobil barang pada hari dan jam tertentu. 

"Aturan lainnya adalah, kami memprioritaskan angkutan mudik untuk penumpang orang, mengingat akan ada pergerakan yang cukup besar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati