KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT PAL Indonesia menyambut positif langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mewajibkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkapalan untuk melakukan pemesanan kapal di dalam negeri. Langkah konsolidasi ini dinilai strategis untuk menghentikan aliran modal ke luar negeri. Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir, ketiadaan kebijakan konsolidasi pemerintah membuat hampir seluruh pemesanan kapal lari ke pasar global. Minimnya kontrol terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga menjadi pemicu utama fenomena ini. "Jadi selama ini, beberapa tahun terakhir ketika tidak ada kebijakan dari pemerintah untuk menkonsolidasikan semua kebutuhan perkapalan, maka yang terjadi adalah 99% itu pemesanan ke luar negeri. Karena TKDN itu masih belum kami jaga. TKDN itu masih banyak hal-hal yang sebenarnya tidak mencerminkan realitas, 30%, 40%, tapi itu sebagian yang masih belum sesuai dengan realitas," ujarnya saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dirut Buka Suara Usai Danantara Wajibkan BUMN Perkapalan Belanja di PT PAL
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT PAL Indonesia menyambut positif langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mewajibkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkapalan untuk melakukan pemesanan kapal di dalam negeri. Langkah konsolidasi ini dinilai strategis untuk menghentikan aliran modal ke luar negeri. Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir, ketiadaan kebijakan konsolidasi pemerintah membuat hampir seluruh pemesanan kapal lari ke pasar global. Minimnya kontrol terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga menjadi pemicu utama fenomena ini. "Jadi selama ini, beberapa tahun terakhir ketika tidak ada kebijakan dari pemerintah untuk menkonsolidasikan semua kebutuhan perkapalan, maka yang terjadi adalah 99% itu pemesanan ke luar negeri. Karena TKDN itu masih belum kami jaga. TKDN itu masih banyak hal-hal yang sebenarnya tidak mencerminkan realitas, 30%, 40%, tapi itu sebagian yang masih belum sesuai dengan realitas," ujarnya saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (5/2/2026).