Dirut Planet Properindo yang penuh perhitungan dalam berinvestasi



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Berbekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, Antonyo Hartono Tanujaya, Direktur Utama PT Planet Properindo Jaya (PLAN) memutuskan untuk berkecimpung di dunia investasi.

Mengambil jurusan Finance di salah satu universitas Malaysia membawanya kenal lebih dalam terkait investasi.

Pada awal perjalanan investasinya, Antonyo menanamkan uangnya dalam usaha jasa cuci pakaian atau laundry yang ada di Malaysia pada 2010 silam. Tak disangka, dari bisnis itu ia mendulang untung tiap bulannya. Dalam beberapa waktu kemudian, Antonyo akhirnya memutuskan untuk menjual bisnis tersebut.


"Di situ saya merasakan langsung keuntungan yang dipelajari dari materi kuliah, dari capital gain dan dividen tiap bulan," ungkapnya ketika dihubungi Kontan baru-baru ini.

Baca Juga: Bangun hotel baru, Planet Properindo Jaya bakal IPO dengan lepas 30% saham

Dari pengalamannya itu, ia memandang investasi merupakan hal yang penting dengan tujuan untuk terus memperoleh keuntungan yang berkelanjutan dan pastinya untuk melawan inflasi.

Di kelas-kelas kampus, ia pun mempelajari lebih jauh terkait capital market dan berbagai kegunaan dari masing-masing instrumen. Pria kelahiran Mei 1993 ini sudah khatam mempelajari macam-macam produk investasi seperti saham, obligasi, hingga reksadana.

Kemudian, Antonyo mulai tertarik untuk masuk pasar modal dan berinvestasi saham.

Menurutnya, saham memiliki unsur kepemilikan dalam suatu perusahaan, sehingga keuntungannya juga bersifat tak terbatas ketimbang dengan obligasi.

"Karena sifat keuntungan dari saham kan indefinite ya, berbeda dengan obligasi yang ada maturitynya," imbuh Antonyo.

Baca Juga: Planet Properindo Jaya mengantre IPO dengan target dana Rp 30 miliar

Guna mendulang keuntungan yang berkelanjutan, ia perlu memilih saham dengan fundamental oke serta perusahaan yang sudah lama berdiri.

Antonyo memasukkan saham-saham dari sektor konsumer ke dalam keranjang investasinya, sebagai contoh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Tak hanya itu, ia pun memburu saham-saham dari sektor perbankan, misalnya saja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Ia memilih saham BBCA lantaran memiliki fundamental yang bagus meski secara harga tak terbilang murah.

Editor: Noverius Laoli