Disebut Bom Waktu oleh NYT, Airlangga Tegaskan Ekonomi RI Masih Solid



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons laporan The New York Times (NYT) yang menyebut Indonesia menghadapi ancaman krisis ekonomi layaknya bom waktu.

Airlangga menegaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid di tengah berbagai tekanan global.

Ia mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat dibandingkan banyak negara lain. 


Baca Juga: Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6%, Tak Bisa Hanya Mengandalkan APBN

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45% pada semester I-2026, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3%.

"Ekonomi Indonesia secara fundamental masih solid dan terbukti di antara berbagai negara pertumbuhan ekonomi kita juga tertinggi," ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Rabu (21/10).

Selain pertumbuhan ekonomi, Airlangga juga menyoroti tingkat inflasi Indonesia yang masih berada di kisaran 3%. Menurutnya, angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan inflasi di sejumlah negara lain.

Ia turut menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat. Airlangga menyebut cadangan devisa yang dimiliki Indonesia mampu membiayai sekitar lima bulan impor.

"Cadangan devisa kita juga relatif kuat untuk lima bulan impor. Indonesia sih confident," katanya.

Sebelumnya, NYT menerbitkan laporan berjudul 'A Ticking Time Bomb': An Economic Crisis Looms in Indonesia pada 19 Oktober 2026. 

Laporan tersebut menyoroti sejumlah tekanan yang dihadapi perekonomian Indonesia, mulai dari menyusutnya kelas menengah, tingginya pengangguran anak muda, hingga kekhawatiran investor terhadap pengelolaan ekonomi.

NYT juga mengulas tekanan di pasar keuangan Indonesia, termasuk peringatan penyedia indeks global MSCI terkait kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia. 

Selain itu, laporan tersebut menyoroti pelemahan rupiah dan kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja pemerintah 

Baca Juga: Menteri PKP dan Bappenas Bahas Roadmap Perumahan, Target 10 Juta Unit pada 2029

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News