JAKARTA. Industri alat berat masih menanti proyek pemerintah yang rencananya banyak bergulir tahun ini. Sampai kuartal I, industri ini belum merasakan kenaikan penjualan alat berat dari proyek infrastruktur pemerintah. Pendapat ini disampaikan Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk. Karena proyek konstruksi dari pemerintah masih sepi, membuat Sara sulit memproyeksikan kinerja penjualan alat beratnya tahun ini. Selain karena proyek infrastruktur yang belum bergulir, penjualan alat berat mendapat tekanan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Saat kurs tidak stabil, pembeli alat berat banyak yang wait and see. "Harga alat berat mahal, jadi ada konsumen menunggu nilai tukar stabil," kata Sara, Selasa (7/4).
Distributor fokus di alat berat konstruksi
JAKARTA. Industri alat berat masih menanti proyek pemerintah yang rencananya banyak bergulir tahun ini. Sampai kuartal I, industri ini belum merasakan kenaikan penjualan alat berat dari proyek infrastruktur pemerintah. Pendapat ini disampaikan Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk. Karena proyek konstruksi dari pemerintah masih sepi, membuat Sara sulit memproyeksikan kinerja penjualan alat beratnya tahun ini. Selain karena proyek infrastruktur yang belum bergulir, penjualan alat berat mendapat tekanan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Saat kurs tidak stabil, pembeli alat berat banyak yang wait and see. "Harga alat berat mahal, jadi ada konsumen menunggu nilai tukar stabil," kata Sara, Selasa (7/4).