Distributor Yuasa targetkan kuasai 50% pasar aki



KONTAN.CO.ID - Tren penjualan otomotif yang stagnan tak mengurungkan niat produsen aki mengembangkan bisnis mereka. Bahkan, PT Santi Yoga -distributor utama aki Yuasa- yakin pihaknya dapat menguasai pangsa pasar setrum otomotif ini di dalam negeri.

Automotive Battery Dept Head PT Santi Yoga Agustono Santoso mengatakan, walaupun sepanjang semester I 2017 kondisi industri otomotif stagnan, kebutuhan aki masih tetap tinggi. Hal ini lantaran aki merupakan komponen otomotif yang kerap dilakukan penggantian secara rutin.

Memang, pada awal tahun biasanya masyarakat tak banyak berbelanja. "Tetapi kita tunggu momentum pada akhir tahun, biasanya penggantian aki terjadi," kata Agustono kepada KONTAN, Jumat (18/8).


Menurut Santoso, penjualan aki Yuasa untuk mobil dapat mencapai 1 juta unit setiap tahun. Sedangkan sepeda motor mencapai 4,5 juta unit per tahun. Dengan jumlah tersebut, pangsa pasar aki Yuasa untuk roda dua sekarang mencapai 30%-35%. Sedangkan untuk mobil mencapai 20%-25%.

Melihat tren penjualan yang masih cukup baik ini, Santoso berharap, aki Yuasa dapat menguasai separuh atau 50% dari total kebutuhan aki untuk otomotif di dalam negeri. "Kami masih terus berusaha untuk menjadi market leader di pasar aki otomotif nasional," kata Santoso.

Untuk menggapai target, beberapa strategi telah dilakukan oleh perusahaan. Salah satunya dengan memproduksi produk aki baru. Pada 2017, perusahaan ini menambah tiga varian baterai untuk kebutuhan sepeda motor berkapasitas mesin besar.

Setidaknya, saat ini ada delapan varian aki Yuasa untuk sepeda motor berkapasitas 600 cc ke atas. Namun, dari delapan varian itu, baru satu yang diproduksi di dalam negeri. Sisanya masih impor.

Guna meningkatkan penjualan, perusahaan aktif masuk ke pasar digital. Saat ini, perusahaan sudah menjual aki baterai lewat kerjasama perusahaan e-commerce. Seperti, Blibli, Tokopedia dan Bukalapak.

Melonjaknya harga bahan baku dalam komponen aki, seperti timah menyebabkan harga penjualan meningkat. Tahun ini, perusahaan ini terpaksa menaikkan harga jual aki sekitar 5%-10% untuk tipe aki tertentu

Santoso menambahkan, bila ternyata respons pasar otomotif dalam negeri semakin baik, tidak menutup kemungkinan seluruh produksi aki Yuasa akan dilakukan di tanah air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie