KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pelemahan kurs rupiah hingga menembus level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) justru menjadi berkah tersendiri bagi PT Selamat Sempurna Tbk (
SMSM), emiten produsen komponen.
Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi mengatakan, koreksi rupiah terhadap dolar AS sebenarnya memberi dampak positif bagi SMSM, mengingat sekitar 65% penjualan perusahaan tersebut berasal dari kegiatan ekspor yang berbasis mata uang dolar AS. Memang, di sisi lain sekitar 60% bahan baku produk komponen SMSM masih harus diimpor dan menggunakan kurs dolar AS. "Namun, struktur ini secara alami menciptakan natural hedging, di mana peningkatan biaya akibat pelemahan rupiah dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan ekspor dalam rupiah," ungkap dia, Kamis (9/4/2026). Baca Juga: Bersiap, Emiten Ini Bayar Dividen Rp126 Miliar pada Hari Ini (9/4) Meski diuntungkan oleh koreksi rupiah, Andri mengaku SMSM tetap mencermati risiko jangka panjang atas pelemahan kurs tersebut. Terlebih lagi, tekanan rupiah bisa saja mencerminkan masalah pada kondisi makroekonomi domestik yang pada akhirnya dapat berdampak pada permintaan, stabilitas biaya, hingga daya beli konsumen di pasar. Di samping itu, SMSM tetap menjaga disiplin operasional secara berkelanjutan di seluruh lini produksi dan rantai pasok untuk mempertahankan margin di tengah pelemahan rupiah. Dari sisi komersial, SMSM juga memiliki fleksibilitas dalam melakukan penyesuaian harga jual produk secara selektif dengan kisaran sekitar 5%-10%. "Ini mengingat terjadi kenaikan harga bahan baku utama perusahaan yang berasal dari produk komoditas seperti besi, baja, aluminium, dan plastik," tandas dia. Sebagai kilas balik, SMSM meraih kenaikan penjualan neto 3,48% year on year (YoY) menjadi Rp 5,34 triliun pada 2025. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SMSM tumbuh 9,80% YoY menjadi Rp 1,12 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News