KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT AKR Corporindo Tbk (
AKRA) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Emiten logistik dan distribusi energi ini membukukan laba bersih sebesar Rp 2,47 triliun, naik 11% secara tahunan. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kinerja solid di seluruh lini bisnis, terutama dari segmen kawasan industri dan utilitas, serta stabilnya bisnis perdagangan dan distribusi. Dari sisi operasional, AKRA mencatat EBITDA sebesar Rp 3,67 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan efisiensi operasional serta pengelolaan biaya dan modal kerja yang lebih disiplin.
Baca Juga: Pengelola Rumahsakit Milik Emtek (SAME) Akan Rilis Saham Baru di Harga Rp 294 Secara rinci, seluruh segmen usaha mencatat pertumbuhan positif. Segmen kawasan industri melonjak 107% yoy, utilitas tumbuh 129% yoy, sementara perdagangan dan distribusi meningkat 16% yoy. Kinerja kawasan industri, khususnya di Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE), menjadi salah satu pendorong utama. Peningkatan penjualan lahan serta utilisasi utilitas yang lebih tinggi membuat kontribusi pendapatan berulang (recurring income) semakin besar. Dari sisi topline, pendapatan konsolidasian AKRA mencapai Rp 46,02 triliun pada 2025, naik dari Rp 38,73 triliun pada tahun sebelumnya. Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menyampaikan bahwa segmen Kawasan Industri mencatat pendapatan sebesar Rp2,74 triliun, didorong oleh peningkatan penjualan lahan sebesar 107% serta kenaikan pendapatan utilitas sebesar 129% seiring dengan peningkatan aktivitas operasional tenant utama (anchor tenants).
“Hal ini mencerminkan semakin besarnya kontribusi pendapatan utilitas yang bersifat berulang (recurring) dalam ekosistem JIIPE,” ungkap Haryanto, dalam keterangannya.
Ia menambahkan, JIIPE terus mendukung strategi hilirisasi Indonesia dengan mendorong pengembangan industri bernilai tambah serta menarik investasi baru.
Dengan infrastruktur yang terintegrasi dan lokasi yang strategis, kawasan ini berada pada posisi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan manufaktur dan peningkatan arus investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI).
Baca Juga: Bursa Indonesia Libur Panjang, Risiko Global Mengintai IHSG Usai Cuti Lebaran Pada saat yang sama, lanjutnya, segmen usaha Perdagangan dan Distribusi tetap menunjukkan kinerja yang solid meskipun berada di tengah kondisi pasar yang menantang dan volatil.
Ke depan, AKRA akan fokus memperluas jaringan perdagangan dan distribusi, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Selain itu, perseroan juga mempercepat penjualan lahan dan pengembangan utilitas di JIIPE guna meningkatkan visibilitas pendapatan jangka panjang. Dari sisi neraca, AKRA mempertahankan posisi keuangan yang solid. Perseroan mencatat rasio net gearing negatif sebesar 0,08 kali, yang mencerminkan posisi kas bersih. Sementara itu, return on equity (ROE) tercatat sebesar 20%.
Manajemen juga melihat prospek investasi di Indonesia tetap positif, yang diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan industri JIIPE pada tahap berikutnya. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat, AKRA optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan ke depan. “Manajemen juga melihat momentum positif pada iklim investasi di Indonesia yang diperkirakan akan terus mendukung pengembangan JIIPE ke tahap berikutnya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News