Dituding dumping biodiesel, RI siap lawan Eropa



JAKARTA. Pemerintah Indonesia tak gentar atas ancaman pemberlakuan tarif bea masuk anti dumping (BMAD) kepada biodiesel oleh Uni Eropa.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan bilang, pihaknya siap melayani tudingan dan membuktikan bahwa tidak ada praktik dumping terhadap produk biodiesel Indonesia. "Iya kami ladenin saja, mereka mau melalui pendekatan akademis kami hadapi," kata Gita di Jakarta, Senin (3/9).

Gita menegaskan, sejauh ini tengah melakukan kajian atas tudingan itu. Dan lebih jauh, pihaknya lebih pro aktif dalam menghadapi tuduhan dumping, subsidi, dan safeguard terhadap produk-produk dari Indonesia.


Sebagai informasi, komisi khusus anti dumping Uni Eropa tengah melakukan penyelidikan dumping yang mereka duga telah dilakukan eksportir biodiesel dari Argentina dan Indonesia.

Penyelidikan akan fokus mencari informasi, apakah biodiesel dari kedua negara itu dumping atau tidak. Komisi Anti Dumping Eropa memiliki waktu sembilan bulan untuk memutuskan kasus anti-dumping itu dan menetapkan bea masuk sementara.

Penyelidikan dumping oleh komisi anti dumping Eropa dilakukan setelah adanya petisi dari Dewan Biodiesel Eropa pada 17 Juli lalu. Saat ini, Dewan Biodiesel Eropa menguasai 25% dari total pasar biodiesel Uni Eropa.

Dewan Biodiesel Eropa mewakili sekitar 50 perusahaan produsen biodiesel, termasuk Biopetrol Industries AG di Jerman dan Diester Industrie di Perancis..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri