Ditutup gemilang, indeks masih berpotensi bullish



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir terus mencetak rekor baru sepanjang masa. Dari hari ke hari, selalu ada rekor baru yang tercatatkan.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat (29/12) indeks juga kembali mencetak rekor pada perdagangan. Level terendah yang dicatatkan selama sepekan yakni 6126,78 dan level tertinggi tercatat 6368,32.

Indeks ditutup pada level 6.355,65 dengan kenaikan 41,61 poin atau 0,66%. IHSG mengakhiri tahun 2017 dengan kenaikan sebesar 19,99% secara year to date (ytd) atau sepanjang tahun. Pada perdagangan hari ini, asing juga mencatatkan net buy sebesar Rp 336,89 miliar.


Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Parama Sekuritas menyatakan, menjelang akhir tahun tersebut ada beberapa sentimen yang mempengaruhi indeks. Yang paling signifikan, adalah karena Indonesia mendapatkan kenaikan rating dari Fitch Ratings.

Indonesia memperoleh kredit BBB dari sebelumnya BBB-. "Trigger berikutnya adalah window dressing," kata Nafan kepada Kontan.co.id, Jumat (29/12).

Dia menyatakan, beberapa perusahaan meningkatkan kinerja mereka pada akhir tahun. Hal itu juga turut menguatkan IHSG pada akhir pekan. "Efek lain saat ini, banyak terjadi crossing saham," lanjutnya.

Sedangkan pada pekan berikutnya, ada beberapa sentimen yang bisa mempengaruhi pasar. Di antaranya seperti rilis data inflasi, data purchasing managers index (PMI), data kunjungan wisatawan, dan indeks keyakinan konsumen. "Ini untuk awal pekan depan," imbuhnya.

Secara teknikal, Nafan menilai indeks masih berpotensi melanjutkan kenaikan. Sehingga tren pada pekan depan cenderung bullish. Kecenderungan kenaikan tersebut lantaran sentimen positif yang muncul. "Sentimen ke depan, masih positif. Pemerintah juga menjaga stabilitas inflasi dalam rangka menjaga daya beli masyarakat. Ini merupakan faktor penting IHSG menguat," katanya.

Nafan memproyeksikan, selama sepekan nanti, IHSG memiliki level support pada 6.230 dan level resistance pada 6.460.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati