Diumumkan akhir tahun, Mendag optimistis dengan hasil peninjauan GSP



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita optimistis terhadap hasil peninjauan ulang tarif khusus untuk barang ekspor Indonesia atawa Generalized System Preferences (GSP).

Sebelumnya Indonesia telah menemui Amerika Serikat (AS) untuk mengklarifikasi rencana AS mencabut GSP bagi Indonesia. Indonesia meminta agar pihak AS tidak mencabut fasilitas GSP yang diberikan kepada Indonesia.

"November atau akhir tahun akan ada pengumuman (hasil GSP), rasanya saat ini sudah tidak terlalu banyak (tuntutan)," ujar Enggar usai menghadiri United States (U.S.) Indonesia Investment Summit, Kamis (27/9).


Indonesia telah mengubah beberapa aturan yang dianggap menghambat bagi AS. Selain itu, Indonesia juga bersifat kooperatif dalam membuka impor bagi produk AS.

Namun, hal tersebut dinilai perlu ada timbal balik. Enggar mencontohkan, ketika Indonesia mengimpor kapas, maka AS juga harus mengimpor tekstil dari Indonesia.

"Kita sebagai partner yang baik kita tunjukan, kita impor kapas, mereka juga harus impor tekstil," terang Enggar.

Pencabutan GSP dinilai Enggar akan menekan industri di AS. Pasalnya produk Indonesia merupakan bahan pendukung utama dalam industri di AS.

Enggar bilang produk Indonesia dan AS bersifat saling melengkapi. Hal itu pun dapat dijadikan pendorong untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dengan AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi