Diversifikasi, Diamond Citra (DADA) Masuk ke Segmen Rumah Tapak Lewat Akuisisi PKSI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) tengah memasuki babak baru dalam pengembangan bisnisnya. Melalui pemegang saham pengendalinya, PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII), DADA resmi memperkuat penetrasi di segmen hunian tapak (landed housing) lewat aksi akuisisi strategis.

KPII baru saja menuntaskan akuisisi 99,9% saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) dengan nilai transaksi mencapai Rp174,8 miliar. Langkah ini menandai pergeseran taktis portofolio grup untuk menangkap peluang di wilayah penyangga Jakarta.

Selama ini, DADA dikenal cukup kuat di segmen properti bertingkat (high rise) dan strata title. Namun, dengan bergabungnya PKSI, struktur bisnis perseroan kini menjadi lebih terdiversifikasi.


Direktur dan CEO Diamond Citra Propertindo, Bayu Setiawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka menengah untuk mengelola permodalan secara terukur.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Aceh Tamiang, WIKA rampungkan pembangunan 80 Unit Huntara

"Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta, seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan. Secara permintaan, wilayah ini masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan end user," ujar Bayu dalam keterangan resminya, Minggu (11/1/2026).

Perseroan optimistis segmen hunian tapak akan memberikan keunggulan pada aspek arus kas (cash flow) yang cenderung lebih cepat dan berulang (recurring) dibandingkan proyek high rise.

Aksi korporasi ini rupanya telah diantisipasi oleh pelaku pasar. Berdasarkan data perdagangan sejak awal tahun 2026, saham DADA menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan. Sempat tertahan di level Rp 50 per saham, harga saham DADA merangkak naik ke kisaran Rp 67 per saham.

Analis menilai, kenaikan ini bukan sekadar sentimen sesaat, melainkan respons terhadap perbaikan fundamental dan prospek sektor properti nasional. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memperpanjang kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% sepanjang tahun 2026.

Bersama PKSI, grup berencana mengembangkan hunian tapak yang menyasar segmen harga terjangkau (affordable) namun tetap fungsional. Fokus utama pengembangan akan tetap berada di kawasan buffer city yang memiliki aksesibilitas baik ke pusat bisnis Jakarta.

 
DADA Chart by TradingView

Langkah KPII masuk ke PKSI mempertegas komitmen grup untuk tidak hanya mengandalkan satu lini produk. Dengan kombinasi proyek high rise yang sudah berjalan dan ekspansi landed housing yang baru, DADA diproyeksikan memiliki ketahanan bisnis yang lebih kuat terhadap fluktuasi ekonomi.

Selanjutnya: Dukung Pemulihan Aceh Tamiang, WIKA rampungkan pembangunan 80 Unit Huntara

Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News