Dividen Jumbo ARNA April 2026: Yield 8,6%, Lebih Tinggi dari Bunga Deposito
Kamis, 09 April 2026 05:15 WIB
Oleh: Chelsea Anastasia | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Gelombang pembagian dividen saham bernilai jumbo terus berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April 2026. Terbaru, emiten keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) siap membagikan dividen besar yang menjadi daya tarik bagi investor. ARNA telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen sebesar Rp 330,36 miliar dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Cikande, Banten, Rabu (8/4/2026). Chief Financial Officer Arwana Citramulia, Rudy Suyanto, menyampaikan bahwa dividen tersebut setara Rp 45 per saham. Pembayaran dividen akan dilakukan maksimal 30 hari setelah keputusan RUPST.
Dengan pembagian tersebut, dividend payout ratio (DPR) ARNA mencapai 82,5% dari laba bersih 2025. Sementara itu, dividend yield berada di kisaran 8,6%, tergolong tinggi dibandingkan instrumen investasi lain. “Yield di atas 8% dengan payout ratio lebih dari 82% memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Rudy. Baca Juga: Rupiah Ambruk ke Level Terburuk, Ekonom Soroti Lonjakan Risk Premium Indonesia Pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026), harga saham ARNA berada di level Rp 530, naik 1,92% dibandingkan hari sebelumnya. Dengan harga tersebut, investor hanya membutuhkan modal Rp 53.000 untuk membeli 1 lot saham. Dari investasi tersebut, investor berpotensi memperoleh dividen sebesar Rp 4.500 per lot. Jika dihitung, imbal hasil ini sekitar 3–4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan bunga deposito perbankan yang berkisar 2%–3% per tahun. Dari sisi kinerja, ARNA mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid sepanjang 2025. Pendapatan bersih naik 10,71% secara tahunan menjadi Rp 2,91 triliun, dari Rp 2,63 triliun pada 2024. Tonton: Rupiah Tembus Rp17.105! Airlangga: Bukan Cuma Indonesia, Dunia Ikut Melemah
Namun, laba bersih perseroan mengalami penurunan sebesar 6% secara tahunan menjadi Rp 400,48 miliar, dibandingkan Rp 425,97 miliar pada tahun sebelumnya. Meski laba menurun, keputusan pembagian dividen jumbo ini mencerminkan fundamental keuangan ARNA yang tetap kuat dan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil menarik bagi investor. Dengan kombinasi yield tinggi dan kinerja yang relatif stabil, saham ARNA masih menarik untuk dicermati, terutama bagi investor yang memburu pendapatan pasif dari dividen.
Presiden Pastikan Subsidi BBM Tidak Berubah Hingga Akhir Tahun