KONTAN.CO.ID - Jakarta. KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada dividen jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kali ini, dividen besar berasal dari saham blue chip sektor perbankan, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Perbankan pelat merah tersebut telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin (9/3/2026). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai serta rencana pembelian kembali saham (buyback). BBNI Bagikan Dividen Rp 13,03 Triliun
Dalam RUPST tersebut, BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 13,03 triliun atau setara 65% dari laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sepanjang tahun buku 2025, BNI mencatat laba bersih sebesar Rp 20,04 triliun. Dengan total pembagian dividen tersebut, investor diperkirakan akan memperoleh dividen sekitar Rp 349 per saham. Berdasarkan perhitungan Stockbit, dengan harga saham terkini, dividend yield saham BBNI mencapai sekitar 8,2%. Baca Juga: Asing Net Buy Rp 1,11 Triliun Saat IHSG Anjlok, Cek Saham yang Diborong, Senin (9/3) Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan keputusan pembagian dividen ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk memberikan nilai optimal bagi pemegang saham. “Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan perseroan ke depan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026). Pergerakan Harga Saham BBNI Pada perdagangan Senin (9/3/2026), harga saham BBNI ditutup di level Rp 4.290 atau naik 20 poin (0,47%) dibandingkan sehari sebelumnya. Namun dalam satu bulan terakhir, harga saham BBNI masih mencatatkan penurunan sekitar 5,09%. Dalam setahun terakhir, saham BBNI juga melemah sekitar 3,6%. Alokasi Laba Ditahan Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui alokasi sebesar 35% laba bersih atau sekitar Rp 7,01 triliun sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat permodalan BNI di tengah dinamika industri perbankan. Tonton: Prabowo Gelar 5 Rapat Strategis: Dari Konflik Timur Tengah Hingga Persiapan Mudik! BBNI Siapkan Buyback Saham Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp 905,48 miliar termasuk biaya transaksi. Buyback ini akan dilakukan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku di pasar modal.
Menurut Okki, langkah buyback ini bertujuan menjaga stabilitas harga saham sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan perusahaan. Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock). Saham tersebut dapat dijual kembali melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa. Selain itu, saham tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai dan/atau Pengurus Perseroan.
Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran MBG Jika Defisit APBN 2026 Lewati Batas Aman 3%