Dividen Rp 600 Miliar Lebih, Harga Saham Properti (PWON) Bangkit 3% Usai Melemah 24%



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bangkit pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026 usai melemah sepanjang tahun ini. Rencana pembayaran dividen lebih dari Rp 600 miliar dan kinerja bagus kuartal I 2026 menjadi stimulus lonjakan harga harga.

PWON memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 626 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

Dari jumlah tersebut, saham PWON saat ini mengandung dividen Rp 13 per saham. Dengan demikian, investor mendapatkan dividen Rp 1.300 per lot saham PWON.


Pada perdagangan Kamis (11/6), harga saham PWON Rp 256 naik 8 poin atau 3,23% secara harian. Lonjakan harga ini menghentikan tren pelemahan saham PWON pada tahun berjalan 2026 ini.

Dalam 30 hari terakhir, harga saham PWON terakumulasi melemah 60 poin atau 18,99%. Sejak awal tahun 2026 hingga kemarin atau secara year to date, saham PWON merosot 84 poin atau 24,71%.

Tonton: BEM SI Ultimatum Pemerintah 18 Hari! Jika Gagal, Ancam Segel Kementerian Keuangan

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, menyampaikan bahwa nilai dividen tersebut setara dengan 26,7% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,35 triliun.

Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham di tengah kinerja operasional yang tetap solid.

Baca Juga: Investor Kripto Indonesia Tumbuh 50%, Industri Fokus Perkuat Literasi Digital 

Sepanjang tahun 2025, Pakuwon Jati membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 7,11 triliun. Laba bruto tercatat Rp 3,94 triliun, EBITDA mencapai Rp 3,71 triliun, sementara laba bersih yang disesuaikan mencapai Rp 2,92 triliun.

Pertumbuhan pendapatan perusahaan ditopang oleh segmen pendapatan berulang (recurring income), khususnya dari pusat perbelanjaan ritel. Pendapatan dari segmen ini meningkat 14% menjadi Rp 3,93 triliun dibandingkan Rp 3,43 triliun pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pendapatan sewa perkantoran tercatat Rp 273 miliar atau turun 26% dibandingkan Rp 369 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bisnis perhotelan mencapai Rp 1,42 triliun, naik 2% dari Rp 1,38 triliun pada tahun 2024.

Adapun pendapatan dari segmen pengembangan properti (development revenue) relatif stabil, yakni Rp 1,49 triliun dibandingkan Rp 1,48 triliun pada tahun sebelumnya.

Untuk mendukung ekspansi bisnis, PWON merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,21 triliun sepanjang 2025. Dana tersebut terutama digunakan untuk pembangunan Superblok Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3, serta Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.

Baca Juga: 2 Tahun Absen, Saham Farmasi PEHA Siap Bagikan Dividen, Cek Rinciannya!

Kinerja Awal 2026 Bagus

Memasuki tahun 2026, kinerja perusahaan masih menunjukkan tren positif meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global.

Pada kuartal I 2026, PWON mencatat total pendapatan sebesar Rp 1,65 triliun, meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,56 triliun.

Laba kotor tumbuh 10% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 941 miliar dari sebelumnya Rp 857 miliar. EBITDA juga meningkat 10% menjadi Rp 916 miliar dibandingkan Rp 834 miliar pada kuartal I 2025.

Menurut Minarto, stabilnya kinerja perusahaan pada awal tahun 2026 didukung oleh kekuatan portofolio pendapatan berulang yang tetap menjadi penopang utama bisnis Perseroan.

Sementara itu, realisasi belanja modal pada kuartal I 2026 mencapai Rp 164 miliar. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.

Dengan kontribusi kuat dari segmen recurring income, pertumbuhan pusat perbelanjaan, serta ekspansi proyek strategis, Pakuwon Jati optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis sepanjang 2026.  

BREAKING NEWS! KPK BONGKAR JARINGAN KORUPTOR MUARA ENIM HINGGA AUDITOR BPK
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News