Diwarnai Banyak Sentimen, Cermati Rekomendasi Saham untuk Perdagangan, Senin (21/11)



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pasar saham masih akan dibayangi sejumlah sentimen pada perdagangan Senin (21/11).

Analis Panin Sekuritas Christian Anderson Yuwono mengatakan, sentimen dari luar negeri berasal dari rilis data laporan keuangan yang kurang positif di wilayah regional, khususnya dari China.

Sementara sentimen dalam negeri berasal dari dinaikkannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). “Kebijakan ini diharapkan lebih menstabilkan nilai tukar rupiah yang berdampak positif pada IHSG,” terang Christian kepada Kontan.co.id, Minggu (20/11).


Christian memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang support 7.020 dan resistance 7.130 pada perdagangan Senin (21/11). Saham yang dapat dicermati menurut Christian diantaranya PTPP, INCO, BIPI, ESSA, APLN, PGAS, dan BBNI.

Baca Juga: Simak Prediksi Pergerakan IHSG untuk Pekan Depan

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius menilai, sentimen yang mungkin dapat berpengaruh terhadap pergerakan IHSG adalah ketegangan geopolitik yang masih terjadi antara Ukraina dan Rusia. Selain itu, pasar juga mencermati pergerakan harga komoditas.

 
BBNI Chart by TradingView

Joshua memproyeksi IHSG akan melanjutkan penguatannya dalam range support 6.955 dan resistance 7.180. Saham-Saham yang menarik untuk dicermati menurut Joshua diantaranya BFIN, CPIN, BMRI, PTRO, dan BUMI.

Sementara menurut Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova, sentimen pasar untuk Senin (21/11) berasal dari perkembangan pembatasan wilayah (lockdown) di China terkait perkembangan kembali kasus Covid-19. 

Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 2,84 Triliun dalam Sepekan, Ini Saham yang Banyak Dilego

“IHSG juga dipengaruhi pergerakan harga komoditas serta data-data ekonomi dari wilayah Eropa,” kata Ivan. IHSG diperkirakan  bergerak di area 7.030-7.100 pada Senin (21/11).

Sebagai gambaran, IHSG ditutup menguat 0,53% ke level 7.082,181 pada perdagangan Jumat (18/11). Dalam sepekan, IHSG melemah tipis 0,10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli