JAKARTA. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar VIII di Jakarta, Djan Faridz, berjanji "mewakafkan" waktu dan hartanya untuk partai dan tidak akan menerima jabatan publik selama memimpin partai berlambang Kabah itu. "Saya akan 'mewakafkan' waktu dan harta saya untuk partai. Saya tidak akan terima jabatan publik. Ditawari jadi menteri, pasti tidak saya terima," ujar Faridz, dalam pidato perdananya, sebagai Ketua Umum DPP PPP di arena Muktamar VIII PPP di Jakarta, Minggu dini hari, seperti dikutip Antara. Dia juga mengajak semua kader PPP tidak berubah arah untuk bisa bangkit bersama-sama melawan pihak yang berusaha mencabik-cabik partai tersebut.
Djan Faridz janji tak terima jabatan publik
JAKARTA. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar VIII di Jakarta, Djan Faridz, berjanji "mewakafkan" waktu dan hartanya untuk partai dan tidak akan menerima jabatan publik selama memimpin partai berlambang Kabah itu. "Saya akan 'mewakafkan' waktu dan harta saya untuk partai. Saya tidak akan terima jabatan publik. Ditawari jadi menteri, pasti tidak saya terima," ujar Faridz, dalam pidato perdananya, sebagai Ketua Umum DPP PPP di arena Muktamar VIII PPP di Jakarta, Minggu dini hari, seperti dikutip Antara. Dia juga mengajak semua kader PPP tidak berubah arah untuk bisa bangkit bersama-sama melawan pihak yang berusaha mencabik-cabik partai tersebut.