DOID membukukan kenaikan laba bersih 57,71% hingga kuartal III



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk mencatatkan laba bersih meningkat sebesar 57,71% hingga kuartal III 2018. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada 29 Oktober 2018, DOID menorehkan laba bersih sebesar US$ 49,57 juta, atau naik 57,71% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 31,43 juta.

Peningkatan laba bersih ini sejalan dengan pendapatan yang juga meningkat menjadi US$ 637,51 juta naik 14,15%, pada kuartal III 2018 sebanyak US$ 558,47 juta. Pendapatan dari jasa penambangan dan penyewaan alat berat serta jasa lainnya sebesar US$ 637,51 juta.

Rincian pelanggan yang memiliki transaksi lebih dari 10% dari pendapatan bersih adalah PT Berau Coal sebesar 51% atau US$ 323,84 juta, PT Kideco Jaya Agung sebesar 12% atau sebesar US$ 79,31 juta, dari PT Adaro Indonesia sebesar 11% atau US$ 71,14 juta, dan PT Sungai Danau Jaya sebesar 10% atau US$ 62,04 juta.


Beban pendapatan perusahaan juga meningkat menjadi US$ 481,62 juta naik 22,15% ketimbang tahun lalu sebesar US$ 394,27 juta. Sehingga laba bruto turun tipis 5,06% menjadi US$ 155,88 juta dari tahun sebelumnya sebanyak US$ 164,20 juta. Meski begitu perusahaan masih mencatatakan pertumbuhan laba bersih 57,71%.

Direktur Keuangan DOID, Eddy Porwanto mengatakan pada tahun ini perusahaan telah meningkatkan kapasitas . “Dan di kuartal III, utilisasi dari alat berat telah membaik dan berada di atas 60% sehingga volume dan profitabilitas juga naik,” ungkap Eddy pada Kontan.co.id, Rabu (7/11).

Ia memproyeksi perusahaan akan mencetak pendapatan sebesar US$ 900 juta sampai akhir tahun ini. Sepanjang 2018, perusahaan menargetkan mampu memproduksi 45 juta ton sampai 50 juta ton batubara. Realisasi produksi batubara sampai September sebesar 30,3 juta ton batubara.

Sementara untuk target pengupasan lapisan tanah sebesar 375 hingga 425 juta bcm. Sampai September realisasinya sudah mencapai 284 juta bcm. “Kami yakin target ini akan tercapai sampai akhir tahun,” imbuhnya.

Eddy mengharapkan untuk tahun depan perusahaan masih akan mengalami pertumbuhan volume produksi yang cukup baik sehingga berpengaruh terhadap laba bersih. Sayangnya, ia belum dapat menyebutkan lebih detail terkait target pertumbuhan yang dibidik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini