KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah percepatan transformasi ekonomi digital, kolaborasi lintas perusahaan teknologi finansial dinilai menjadi kunci untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha. Tren ini mendorong berbagai penyedia layanan pembayaran menghadirkan kemitraan strategis. Kemitraan tersebut tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga pada pengembangan ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif dan terintegrasi Maka, DOKU perusahaan fintech pembayaran di Indonesia mengumumkan kemitraan strategis dengan Ant International. Kerjasama keduanya untuk mempercepat inovasi serta mendorong pertumbuhan inklusif dalam ekonomi digital Indonesia.
Kemitraan ini melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin sejak 2024. Salah satunya, integrasi Alipay bagi wisatawan Tiongkok yang kini dapat digunakan di berbagai merchant Indonesia melalui
payment gateway DOKU. Kini kedua perusahaan akan memperluas kerja sama di berbagai lini bisnis guna mendukung transformasi digital di sektor pembayaran dan fintech nasional. DOKU juga akan berkolaborasi dengan 2C2P, anak usaha Antom dan salah satu
payment gateway regional, menghadirkan solusi bagi
merchant yang ingin bertumbuh di Indonesia maupun Asia Tenggara. Tahap awal, kemitraan strategis ini akan membuka akses lebih luas bagi merchant Indonesia ke pasar internasional melalui jaringan pemrosesan pembayaran global Antom, unit layanan pembayaran dan digitalisasi
merchant di bawah Ant International.
Baca Juga: Strategi Amartha Perluas Adopsi dan Tingkatkan Transaksi Dompet Digital DOKU juga akan memanfaatkan ekosistem teknologi Ant International untuk mendukung bisnis di Indonesia berekspansi secara global. Turut memanfaatkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta memberikan akses ke sistem pembayaran bagi UMKM untuk pertumbuhan digital lebih lanjut. Sebaliknya,
merchant internasional akan memperoleh akses yang lebih kuat ke pasar Indonesia melalui rangkaian metode pembayaran lokal DOKU yang komprehensif dan terpercaya. Termasuk QRIS, virtual account, pembayaran melalui gerai ritel, serta dompet digital, sehingga pengalaman transaksi konsumen Indonesia akan semakin lancar. Chris Yeo, CEO DOKU mengatakan, kemitraan ini menjadi momentum penting bagi ekosistem fintech Indonesia. Nilai transaksi DOKU tumbuh 79% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh keunggulan solusi pembayaran QR serta fokus kami dalam melayani merchant. "Dengan memanfaatkan platform global Ant International, keahlian lokal kami, dan seluruh lisensi pembayaran dari Bank Indonesia, DOKU membuka peluang baru bagi merchant Indonesia untuk berekspansi ke pasar internasional sekaligus memperkuat pertumbuhan di dalam negeri dengan solusi pembayaran paling lengkap," papar Chris, dalam rilis ke Kontan.co.id, Kamis (26/2). Nabilah Alsagoff,
Co Founder dan
Chief Operating Officer DOKU, menambahkan: kemitraan ini menggabungkan pemahaman mendalam DOKU terhadap pasar Indonesia dan relasi
merchant yang kuat, dengan platform teknologi global serta keahlian layanan keuangan digital dari Ant International.
"DOKU akan melangkah ke tahap pertumbuhan berikutnya, menghadirkan solusi pembayaran yang semakin komprehensif dan tangguh serta memberikan nilai dan dampak maksimal bagi merchant dan mitra kami," tambahnya. Gary Liu, CEO Antom dan
Senior Vice President Ant International, mengatakan, kerjasama ini menghadirkan solusi inovatif yang lebih baik bagi merchant lokal dan regional. "Ant International akan menggabungkan keahlian teknologi kami dengan pemahaman lokal mitra untuk bersama-sama mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan bisnis berbagai skala di kawasan ini," terangnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News