Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi 18 Bulan Kamis (8/10) Usai Risalah The Fed



KONTAN.CO.ID - Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam 18 bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Kamis (8/10/2026).

Penguatan tersebut terjadi setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi masih menjadi risiko utama bagi prospek ekonomi Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, Kamis (8/10/2026), indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama berada di level 102,23, relatif stabil setelah menguat 0,3% pada perdagangan Rabu (7/10).


Baca Juga: IMF Siapkan Dana US$ 1,21 Miliar untuk Pakistan, Tunggu Persetujuan Dewan

Posisi tersebut membuat dolar AS tetap hanya beberapa pip dari level terkuatnya sejak 9 April 2025. Penguatan dolar terjadi setelah pasar mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September lalu.

Dalam pertemuan tersebut, para pejabat The Fed secara bulat memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Namun, risalah menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat mengenai alasan di balik kenaikan tersebut.

“Risalah FOMC memperkuat nada hawkish yang menyertai kenaikan suku bunga The Fed pada September, dengan sebagian besar peserta masih menilai pengetatan lebih lanjut diperlukan dan hampir seluruh peserta melihat risiko inflasi cenderung meningkat pada saat pertemuan,” tulis analis Westpac.

Meski demikian, risalah tersebut belum banyak mengubah ekspektasi pasar bahwa The Fed kemungkinan tidak akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober.

Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, kontrak fed funds futures mencerminkan peluang sebesar 19% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed yang berakhir 28 Oktober. Probabilitas tersebut tidak berubah dibandingkan sehari sebelumnya.

Baca Juga: CrowdStrike Duga Pelaku Peretasan Bank Korea Selatan Pria 26 Tahun di China

Dolar terhadap mata uang utama

Terhadap yen Jepang, dolar AS melemah 0,2% menjadi 157,815 yen. Pergerakan tersebut terjadi setelah data menunjukkan surplus transaksi berjalan Jepang mencapai 4,062 triliun yen atau sekitar US$25,7 miliar pada Agustus.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan median proyeksi ekonom sebesar 3,19 triliun yen.

Sementara itu, dolar Australia relatif stabil di level US$0,6960. Dolar Selandia Baru juga bergerak datar di US$0,5600.

Terhadap yuan China di pasar offshore, dolar AS juga tidak banyak berubah di level 6,7015 yuan.

Euro bertahan di US$1,1201, sedangkan poundsterling Inggris stabil di US$1,3215.

Di pasar aset kripto, Bitcoin turun tipis 0,2% menjadi US$83.233

Baca Juga: Notulen The Fed Ungkap Perdebatan Panas soal Arah Suku Bunga AS