KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Rabu (28/10), menjelang keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan sejumlah bank sentral lainnya. Pelaku pasar mencermati sinyal The Fed untuk mengukur peluang perubahan suku bunga pada Desember mendatang. Mayoritas mata uang utama dunia bergerak terbatas menjelang pengumuman kebijakan bank sentral AS tersebut. Euro bertahan di US$ 1,1129, sementara pound sterling stabil di US$ 1,3307.
Baca Juga: Mbappe Tersandung Kontroversi di China, Iklan Dihapus dan Siaran LaLiga Dihentikan Di sisi lain, dolar AS menguat 0,1% terhadap yen Jepang menjadi 158,03 yen. Dolar Selandia Baru atau kiwi stabil di US$ 0,5682 menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Adapun dolar Australia menguat tipis 0,1% menjadi US$ 0,7031 menjelang rilis data inflasi konsumen Australia untuk September. Pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, kontrak berjangka suku bunga The Fed menunjukkan probabilitas sebesar 91% bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) akan menahan suku bunga. Meski demikian, perhatian investor tertuju pada petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya, terutama apakah peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih terbuka. “ The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga hari ini untuk menggerakkan pasar. The Fed hanya perlu mengubah persepsi pasar mengenai probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember,” ujar Chris Weston, kepala riset Pepperstone Group Ltd di Melbourne.
Baca Juga: Penjualan iPhone 18 Pro Ungguli iPhone 17 Pro, Pasar China Jadi Kunci Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,3% pada Selasa (27/10) menjadi 102,40. Level tersebut merupakan posisi tertinggi sejak 14 Oktober.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tidak berubah di level 4,9967%. Di pasar aset kripto, bitcoin bergerak stabil di US$ 80.736,07. Adapun ether menguat tipis 0,1% menjadi US$ 2.345,25. Pergerakan pasar valuta asing dan obligasi selanjutnya akan bergantung pada keputusan The Fed serta komunikasi bank sentral mengenai prospek suku bunga, yang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah dolar AS.
Baca Juga: Arsenal Dipermalukan Fleetwood, Klub Papan Bawah Kasta Keempat Inggris