Dolar AS Bertahan Menguat Usai Trump Tunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di level yang lebih tinggi pada Jumat (30/1/2026) setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi menunjuk mantan gubernur bank sentral Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).

Penunjukan tersebut membuka jalan bagi Warsh, yang dikenal sebagai pengkritik kebijakan The Fed, untuk menerapkan gagasannya terkait “perubahan rezim” kebijakan moneter.

Langkah ini diambil di tengah dorongan Trump untuk memiliki kendali yang lebih besar atas bank sentral AS.


Baca Juga: Harga Minyak Turun Pasca Trump Isyaratkan Dialog dengan Iran Terkait Program Nuklir

Euro tercatat melemah 0,2% ke level US$1,1947, sementara pound sterling turun 0,3% ke US$1,378.

Di sisi lain, dolar menguat 0,5% terhadap yen Jepang ke 153,8 yen. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,2% ke posisi 96,47.

Sebelumnya, dolar sempat menguat lebih tajam setelah muncul laporan bahwa Trump berniat menunjuk Warsh sebagai Ketua The Fed, dengan indeks dolar naik sekitar 0,5%.

Namun, penguatan tersebut sedikit terkoreksi setelah pengumuman resmi, seiring aksi pasar “buy the rumour, sell the fact”.

“Penunjukan Warsh cenderung positif bagi dolar. Ia adalah bankir sentral berpengalaman dengan rekam jejak di The Fed,” kata analis Danske Bank, Kirstine Kundby-Nielsen.

Baca Juga: Pemeriksaan Nipah di Bandara Lebih Bersifat Menenangkan Publik dan Tidak Efektif

Menurutnya, keputusan ini meredakan kekhawatiran pasar akan kemungkinan terpilihnya ketua The Fed yang terlalu politis atau sangat dovish.

Dolar juga mendapat dukungan setelah anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat mencapai kesepakatan untuk mencegah penutupan pemerintahan federal yang sempat mengancam.

Kombinasi faktor tersebut membantu dolar menstabilkan diri setelah tertekan sepanjang bulan ini akibat eskalasi konflik geopolitik global dan kegelisahan domestik terkait kebijakan imigrasi.

Sebelumnya, indeks dolar sempat menyentuh level terendah dalam empat tahun.

Meski demikian, arus sentimen pasar masih dinilai padat menjelang akhir pekan. Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi sorotan, setelah Trump menyatakan rencananya untuk berbicara dengan para pemimpin Iran, di saat AS juga mengirimkan kapal perang tambahan ke kawasan tersebut.

Baca Juga: Pasar Bersiap Hadapi Perubahan di The Fed, Trump Segera Umumkan Ketua Baru

Analis ANZ Khoon Goh menilai banyak pelaku pasar memilih mengurangi posisi menjelang akhir pekan.

“Jika Anda berada di posisi short dolar dan sudah meraih keuntungan, sekarang saatnya mengamankan profit,” ujarnya.

Di pasar kripto, bitcoin turun sekitar 2% ke level US$82.571, menyentuh posisi terendah sejak 21 November, seiring penguatan dolar dan meningkatnya kehati-hatian investor.

Selanjutnya: IHSG Terjun Bebas, Evaluasi MSCI Ancam Status Pasar Indonesia

Menarik Dibaca: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses