KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi dalam delapan hari pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Penguatan dolar didukung data inflasi AS yang sedikit meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Qantas Catat Pemulihan Permintaan Penerbangan Australia-AS Investor kini menantikan simposium bank sentral Jackson Hole yang dimulai Kamis. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam forum tersebut akan menjadi perhatian utama pasar untuk melihat arah kebijakan suku bunga AS selanjutnya. Mengutip
Reuters, Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 3,7% secara tahunan pada Juli 2026, sama seperti Juni dan sedikit di atas perkiraan ekonom sebesar 3,6%. Secara bulanan, PCE meningkat 0,2%, lebih tinggi dari proyeksi kenaikan 0,1%, setelah pada Juni tercatat turun 0,1%. Data tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun tetap terbuka. "Pembacaan inflasi ini membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun tetap hidup, tetapi pidato Warsh di Jackson Hole akan menjadi ujian utama," ujar ekonom Westpac Ryan Wells dalam catatan riset.
Baca Juga: Deputi Gubernur BOJ Dorong Kenaikan Suku Bunga Secara Tepat Waktu Dolar Menguat terhadap Yen Indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk yen dan euro, naik 0,21% menjadi 99,13. Level tersebut merupakan posisi tertinggi sejak 19 Agustus 2026. Terhadap yen, dolar AS diperdagangkan di level 159,23 yen. Pergerakan yen menjadi perhatian karena pasar juga menunggu pidato Deputi Gubernur Bank of Japan (BOJ) Ryozo Himino. Pelaku pasar mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga BOJ pada September, termasuk besaran dan arah pengetatan kebijakan setelahnya. Akihiko Yokoo, analis senior Mitsubishi UFJ Bank mengatakan pasar akan mencermati penggunaan bahasa dalam pidato Himino. "Jika menggunakan bahasa yang serupa kali ini, hal tersebut kemungkinan akan dipandang sebagai sinyal kuat mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan September," ujar Yokoo. Berdasarkan data broker pasar uang Totan Tanshi, pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga BOJ bulan depan mencapai 87%. Namun, Yokoo menilai pembelian yen secara agresif kemungkinan masih terbatas karena Himino dan Warsh dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka dalam waktu berdekatan.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tiga Hari Beruntun, Saham Teknologi Terdongkrak Kinerja Nvidia Pergerakan Mata Uang Lain Sementara itu, dolar Kanada stabil di level C$1,388 per dolar AS. Pergerakan mata uang tersebut dipengaruhi ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada setelah pembicaraan dagang kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Euro diperdagangkan di level US$1,1655, sedangkan poundsterling Inggris stabil di US$1,3592. Dolar Australia menguat 0,18% menjadi US$0,7181, sementara dolar Selandia Baru naik 0,1% menjadi US$0,5948. Di pasar aset kripto, Bitcoin naik 0,55% menjadi US$78.874,60, sedangkan Ether menguat 1,07% menjadi US$2.498,35.
Baca Juga: Investasi Bisnis Australia Turun 3,6% pada Kuartal II 2026