KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau US Dollar Index (DXY) hingga akhir 2026 masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tekanan inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury serta fluktuasi harga minyak menjadi dua indikator penting yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS ke depan. Melansir Bloomberg pada Selasa (20/10/2026) pukul 15.46 WIB, DXY berada di level 101,77, melemah 0,21 poin atau 0,21% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,78% menjadi US$ 105,50 per barel. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, ruang penguatan dolar AS berpotensi terbatas apabila ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed telah tercermin di pasar. Namun, tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda dapat menahan pelemahan mata uang tersebut.
Dolar AS Dipengaruhi Imbal Hasil US Treasury dan Harga Minyak, Ini Proyeksinya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau US Dollar Index (DXY) hingga akhir 2026 masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tekanan inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury serta fluktuasi harga minyak menjadi dua indikator penting yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS ke depan. Melansir Bloomberg pada Selasa (20/10/2026) pukul 15.46 WIB, DXY berada di level 101,77, melemah 0,21 poin atau 0,21% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,78% menjadi US$ 105,50 per barel. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, ruang penguatan dolar AS berpotensi terbatas apabila ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed telah tercermin di pasar. Namun, tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda dapat menahan pelemahan mata uang tersebut.
TAG: