KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Dollar AS melemah pada Selasa (10/3/2026) karena investor mulai khawatir konflik di Timur Tengah bisa berlangsung lebih lama. Beberapa hari terakhir, dolar melonjak setelah serangan AS dan Israel ke Iran membuat harga minyak naik tajam. Namun, pasar tampaknya bereaksi berlebihan terhadap pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan konflik bisa berakhir lebih cepat. Trump kemudian menegaskan perang juga bisa berlanjut lebih lama, terutama setelah Iran terkena serangan terberat sejak awal konflik. Michael Brown, analis senior di Pepperstone, mengatakan, pasar jelas terbawa harapan kemarin sore setelah komentar Trump soal kemungkinan akhir cepat konflik. "Tapi belum ada langkah nyata menuju penyelesaian, sehingga sentimen sedikit tertekan,” ujar dia.
Dolar AS Melemah, Investor Khawatir Konflik Timur Tengah Bisa Berlanjut Lama
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Dollar AS melemah pada Selasa (10/3/2026) karena investor mulai khawatir konflik di Timur Tengah bisa berlangsung lebih lama. Beberapa hari terakhir, dolar melonjak setelah serangan AS dan Israel ke Iran membuat harga minyak naik tajam. Namun, pasar tampaknya bereaksi berlebihan terhadap pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan konflik bisa berakhir lebih cepat. Trump kemudian menegaskan perang juga bisa berlanjut lebih lama, terutama setelah Iran terkena serangan terberat sejak awal konflik. Michael Brown, analis senior di Pepperstone, mengatakan, pasar jelas terbawa harapan kemarin sore setelah komentar Trump soal kemungkinan akhir cepat konflik. "Tapi belum ada langkah nyata menuju penyelesaian, sehingga sentimen sedikit tertekan,” ujar dia.